Sahbirin-Rudy Segera Dilantik di Istana Presiden

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, keinginan Presiden segera melantik adalah agar tidak terjadi kekosongan kepala daerah definitif dalam

Editor: Mustain Khaitami
youtube.com
Sahbirin-Rudy Resnawan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan segera melantik gubernur terpilih di Istana, Jakarta.

Namun, pelantikan itu hanya akan dilakukan pada gubernur yang memenangkan pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2015 lalu tanpa sengketa.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, keinginan Presiden segera melantik adalah agar tidak terjadi kekosongan kepala daerah definitif dalam waktu yang lama.

"Pada prinsipnya Presiden ingin tidak terjadi kevakuman terlalu lama, sehingga gubernur yang sudah terselesaikan tidak ada persengketaan di MK maka akan segera dilantik di Istana," kata Pramono, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Selanjutnya, kata Pramono, Menteri Dalam Negeri juga memiliki keinginan yang sama agar gubernur, bupati dan wali kota yang kemenangannya tidak disengketakan di Mahkamah Konstitusi dapat segera dilantik.

Berbeda dengan pelantikan gubernur yang akan dilaksanakan di Istana, untuk bupati/wali kota akan dilantik oleh gubernur di ibu kota provinsinya masing-masing.

"Karena ini pilkadanya serentak, yang tidak ada masalah secara khusus Presiden ingin memberikan kehormatan kepada bupati untuk bisa merasakan seakan-akan dilantik di Istana," ujar Pramono.

Dari sejumlah provinsi yang menggelar Pilkada Serentak, Kalsel merupakan salah satu daerah yang tidak mengalami sengketa atas hasil penghitungan suara.

Itu berarti, Sahbirin Noor yang berpasangan dengan Rudy Resnawan yang sebelumnya didaulat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel terpilih segera bisa dilantik sebagai kepala daerah definitif di Kalsel.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved