Melihat Masyarakat Banjar Lewat Novel Bahasa Banjar

Bedah novel berbahasa Banjar 'Dandaman Kada Bapancung' karya anak banua karya Aliman Syahrani yang berlansung di lantai 5 Aula Palimasan Banjarmasin

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Ernawati
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Bedah buku berupa novel karya pengarang Banjar di Gedung Banjarmasin Post Group, Sabtu (9/1/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bedah novel berbahasa Banjar 'Dandaman Kada Bapancung' karya anak banua karya Aliman Syahrani yang berlansung di lantai 5 Aula Palimasan Banjarmasin Post, Sabtu (9/1/2016) sore berlangsung menarik.

Pembicaranya berasal dari tiga unsur yang berbeda, yaitu Agus Suseno yang merupakan sastrawan, Tajudinnor Ghani seorang akademisi, dan Jamal T Suryanata sebagai tokoh budayawan.

Novel ini nantinya akan dikupas dari pandangan masing-masing pembicara.

Direktur Pusat Kajian Kebudayaan Banjar (PKKB), Taufik Arbain mengucapkan terima kasih banyak ke BPost yang fasilitasi kegiatan.

"Kegiatan ini tak bisa berkembangan tanpa keterlibatan media yang konsens perkembangan budaya Banjar," ucap Taufik

Dia mengungkapkan, seperti peran Banjarmasin Post Group yang turut mendukung bedah buku ini, merupakan bagian terpenting dalam menjaga kelestarian budaya Banjar.

Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group, Yusran Pare, mengatakan Banjarmasin Post Group sebagai media yang merupakan milik warga Kalsel memiliki tanggung jawab turut mengembangkan budaya, khususnya budaya daerah.

"Ini kami pandang strategis, saat orang berubah karakter, produk-produk sastra, budaya, forum ini akan kita tingkatkan dan kembangkan, menarik spirit-spirit budaya, sastra," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved