Warga Terkejut, Polisi Gerebek Rumah Kades Banyu Ireng, Sang Istri Juga Digeledah

Rumah kepala desa Banyuirang yang berbentuk semi permanen bercat putih dengan pintu bercat oranye di Gang Mufakat RT 7 Desa Banyuirang, sepi

Warga Terkejut, Polisi Gerebek Rumah Kades Banyu Ireng, Sang Istri Juga Digeledah
banjarmasinpost.co.id/muktar wahid
Jajaran Polres Tala memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari rumah Kades Banyu Irang, Bati Bati, Kabupaten Tanahlaut, Jumat (16/1/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Desa Banyuirang, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (14/1) sekitar pukul 23.00 Wita tiba-tiba dikagetkan kedatangan aparat kepolisian dari Polres Tanahlaut yang mendatangi rumah Kepala Desa Bahtiar Eppendi (41).

Ternyata kedatangan aparat itu untuk menggeledah rumah sang kepala desa.

Polisi langsung memeriksa isi rumah, mengeledah pula istri kepala desa. Beruntung, barang bukti yang dicari dapat. "Sepertinya habis nyabu. Kami menemukan satu paket sabu seperti habis dinikmati," kata Kasat Resnarkoba Polres Tanahlaut, AKP Nur Rochim.

Rochim menjelaskan, dari pengeledahan itu ditemukan lagi enam paket sabu masih utuh dari dalam bungkus rokok yang diduga dibawa oleh teman kepala desa. Selain, Bahtiar Eppendi, turut ditetapkan tersangka, Mulyanto (41), M Syahrani alias Ocong dan Baderuddin alias Ibad (38), warga Banjarbaru.

Kini, kondisi rumah tinggal kepala desa Banyuirang berbentuknya semi permanen bercat putih dengan pintu bercat oranye di Gang Mufakat RT 7 Desa Banyuirang, sepi. Tetangganya, menjelaskan istri kepala desa dan anaknya tak berada di rumah usai pengerebekan karena trauma. Sata ini sementara berada di Kelurahan Bangkal, Banjarbaru.

Ketua RT 7 Desa Banyuirang, Aris Purnomo mengaku sebagai saksi yang diminta polisi saat pengeledahan itu. Dia sempat memohon polisi untuk tidak membawa istri dan anak kepala desa. "Saya menjaminkan anak kepala desa agar tidak dibawa ke Mapolres. Sebab, saat penggeledahan itu memang baru dari Banjarbaru, rumah neneknya," katanya.

Kapolres Tanahlaut, AKBP Rizal Irawan saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Mapolres Tanahlaut, Sabtu (15/1) mengatakan, pihaknya melakukan pengerebekan karena laporan masyarakat di lingkungan tempat tinggal kepala desa sedang ada pesta narkoba.

"Dari informasi itulah, polisi melakukan penyelidikan dan diamankan empat pelaku yang diduga pemakai. Salah satunya BE, kepala desa Banyuirang," katanya.

Menurut dia, warga setempat geger dan memenuhi halaman depan rumah sang kepala desa. Namun, warga maklum saat mengetahui kehebohan itu karena polisi dari Satu narkoba sedang melakukan penggeledahan barang haram.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved