Samarinda Heboh, Lumpur Menyembur di Puncak Bukit Mirip Gunung Berapi

Setiap beberapa menit lumpur menyembur dari puncak bukit secara konsisten sehingga membuatnya mirip dengan sebuah fenomena gunung berapi,

Samarinda Heboh, Lumpur Menyembur di Puncak Bukit Mirip Gunung Berapi
TRIBUNKALTIM.CO/DOAN E PARDEDE
Ketua IAGI Kaltim, Fajar Alam, meninjau lokasi mud vulcano di seputaran Batu Putih, Samarinda, Sabtu (16/1/2016). Tampak lelehan lumpur yang sudah mengering berada di sekitar lokasi semburan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Siapa sangka, di kawasan Batu Putih, Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang pada sebulan terakhir ini ramai dikunjungi warga sebagai alternatif kawasan wisata alami, terdapat sebuah fenomena alam menarik berupa semburan lumpur yang konsisten.

Kepada TribunKaltim.co, Sabtu (16/1/2016), Muhammad Sarip memaparkan bahwa beberapa hari silam, sebuah kelompok studi ilmiah historitas Samarinda bernama "Komunitas Samarinda Bahari" bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim menelusuri kawasan Batu Putih dengan konsep berbeda dari kelompok lainnya.

Ekspedisi dilakukan dengan konsep kesejarahan dan geologis kawasan yang batunya marak ditambang tersebut. Hasilnya, mereka menemukan beberapa titik mud volcano atau gunung lumpur di Batu Putih.

Setiap beberapa menit lumpur menyembur dari puncak bukit secara konsisten sehingga membuatnya mirip dengan sebuah fenomena gunung berapi, lengkap dengan model lubang kawahnya (crater), kubah kawahnya (griphon), hingga endapan material yang keluar dari kawahnya berupa lumpur (mud pool).

Lebih jauh, Ketua IAGI Kaltim sekaligus admin grup media sosial Samarinda Bahari, Fajar Alam mengatakan, gunung lumpur ini secara umum dapat terbentuk oleh proses terlepasnya sejumlah gas, biasanya metan dari dalam bumi menuju permukaan tanah akibat tekanan berlebih yang jauh di bawah permukaan tanah.

Tekanan berlebih ini kata dia, terjadi akibat pengendapan yang cepat dari lempung yang kaya material organik oleh endapan lain di atasnya sehingga lempung tersebut menjadi tertekan.

Kemudian, air berikut gas yang terperangkap di dalamnya berusaha mencari jalannya menuju permukaan tanah.

"Bidang yang paling mudah dilalui oleh air dan gas tersebut berikut lumpurnya menuju permukaan tanah adalah bidang patahan, bidang lipatan yang berhubungan dengan patahan, maupun di sekitar sumbu antiklin," kata Fajar.

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved