Nurhasanah Tahu Ada Penemuan Mayat, Tapi Tidak Yakin Itu Adalah Marta
Duka mendalam tak tertahankan oleh kedua orangtua Dwi Marta Diantoro, saat mengetahui mayat laki-laki yang berada di ruang pemulasaran
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Duka mendalam tak tertahankan oleh kedua orangtua Dwi Marta Diantoro, saat mengetahui mayat laki-laki yang berada di ruang pemulasaran RSUD Banjarbaru tersebut adalah putra mereka.
Nurhasanah, ibu Marta dengan mata berkaca-kaca, mengaku tahu ada penemuan mayat sejak Rabu malam kemarin. Namun ia tak langsung yakin kalau mayat itu adalah putranya.
"Memang setelah itu saya pun sempat mencari Marta, apalagi Marta sudah beberapa hari tidak pulang dan kelihatan di bengkelnya," tutur Nurhasanah.
Namun ketika, adik perempuan Marta melihat informasi yang ramai di Facebook, ia pun curiga mayat tersebut merupakan kakaknya. Terlebih keyakinan mereka semakin kuat setelah mendapati ciri tato bertuliskan Marta di kaki kirinya.
" Setelah kami datangi ke rumah sakit, ternyata benar, mayat tersebut adalah anak laki-laki saya, " ungkap Nurhasanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/mayat-di-eks-lokalisasi-pembatuan_20160120_215912.jpg)