Cita Citata: Aku Takut Salah Lagi

Menurut Cita, permintaan maaf yang pernah disampaikannya didepan LSM Papua pada 6 November 2015 dianggap cukup menyelesaikan persoalan dengan warga Pa

Cita Citata: Aku Takut Salah Lagi
kompas.com
Cita Citata 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penyanyi dangdut Cita Citata (21) enggan menanggapi tuntutan organisasi yang mengatasnamakan warga Papua, Forum Papua Bersatu (FPB).

FPB menuntut Cita Citata terkait tudingan penghinaan dan pelecehan warga di Indonesia bagian paling timur itu. FPB mengaku sakit hati mendengar ucapan Cita di infotainment, dan ingin pelantun Goyang Dumang ini datang langsung ke Papua.

"Kasus ini sudah terlalu lama. Aku nggak mau komentar banyak. Aku takut salah lagi," kata Cita ketika ditemui di Studio Emtek Indosiar, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, akhir pekan kemarin.

Jika persoalannya berkaitan dengan hukum, Cita meminta agar ditanyakan pada Sandy Arifin, pengacara yang dia tunjuk, atau polisi.

Meski begitu Cita mengaku sangat terkejut ketika mendengar tuntutan yang dilayangkan FPB melalui ketuanya, Yan Matua.

Menurut Cita, permintaan maaf yang pernah disampaikannya didepan LSM Papua pada 6 November 2015 dianggap cukup menyelesaikan persoalan dengan warga Papua.

"Ya udahlah, orang bisa menilai sendiri. Sekarang Cita cukup sabar aja," ucapnya.

Menurut informasi di kepolisian, Minggu (24/1/2016), persoalan hukum Cita dan LSM Papua tidak bisa dilanjutkan ke pengadilan lantaran dari pemeriksaan alat bukti diketahui, tudingan Cita melakukan penghinaan atau pelecehan seperti yang dikatakan LSM Papua itu tidak terbukti.

Perkara pelaporan LSM Papua terhadap Cita pun dihentikan karena tidak cukup bukti.

Jika kemudian ada upaya perdamaian yang dilakukan Cita dan LSM Papua, hal itu dilakukan atas inisiatif Cita sebagai niat baik.

Sebelumnya, 19 Januari kemarin, Ketua FPB Yan Matua menuntut Cita datang langsung ke Papua untuk meminta maaf secara terbuka pada warga Papua. Jika permintaan itu tidak dilakukan, janda muda tanpa anak ini diminta menyerahkan 500 ekor babi sebagai tanda damai. (kin)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved