Pamer 'SK Intelijen' di Medsos Banyu Biru Terus Menuai Kritik

Aksi pamer surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai anggota Bidang Politik Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) Badan Intelijen Negara (BIN

Pamer 'SK Intelijen' di Medsos Banyu Biru Terus Menuai Kritik
kapanlagi.com
Banyu Biru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Aksi pamer surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai anggota Bidang Politik Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) Badan Intelijen Negara (BIN) yang dilakukan Banyu Biru disesalkan.

BIN diminta memberi sanksi tegas kepada pengusaha dan artis tersebut.

"Pecat saja sekalian. Harusnya hanya orang-orang top-nya BIN saja yang berhak memberikan keterangan ke publik," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Fahri menegaskan, di dalam menjalankan tugasnya, seorang petugas intelijen diwajibkan menjaga kerahasiaan identitasnya.

Sebab, menurut dia, BIN adalah lembaga yang diberikan wewenang untuk mencuri informasi yang dibutuhkan bagi negara, sepanjang tidak diketahui.

"Kalau mengaku, 'Saya ini intel lho', bagaimana mau mencuri?" ujarnya.

Beberapa hari terakhir, keberadaan DISK sempat menjadi topik yang ramai dibicarakan di media sosial.

Path Banyu Biru yang berisi SK pengangkatannya sebagai anggota BIN.

Hal itu menyusul kemunculan SK Kepala BIN Nomor Kep 311/XII/2015 tentang pengangkatan Banyu Biru sebagai anggota DISK BIN.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved