98 SD Ditunjuk Terapkan K-13, Sebagian Guru di Banjar Tak Tahu

Kepala SDN Jawa Laut 2, Hajah Rosita, Selasa (2/2/2016) mengaku belum mengetahui sekolahnya termasuk yang diusulkan untuk melaksanakan program K-13.

98 SD Ditunjuk Terapkan K-13, Sebagian Guru di Banjar Tak Tahu
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
SDN Jawa I Kecamatan Martapura Kota salah satu SD yang ditunjuk menerapkan Kurikulum 2013 di Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pelaksanaan Program Kurkulum 2013 (K-13) pada 2015 sempat dihentikan. Namun, pada 2016, pemerintah kembali melanjutkan program berbasis karakter ini.

Di Kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan (Disdik) mengusulkan 98 SDN untuk menggelar K-13.
sedangkan untuk tingkat SMP, ada 12 sekolah.

SDN Jawa Laut 2 di antara sekolah yang diusulkan melaksanakan program K-13 tersebut.
Kepala SDN Jawa Laut 2, Hajah Rosita, Selasa (2/2/2016) mengaku belum mengetahui sekolahnya termasuk yang diusulkan untuk melaksanakan program K-13.

Namun, jika memang wajib ikut, tentu mereka siap untuk melaksanakannya.

"Untuk guru-guru siap saja melaksanakan jika ini memang diwajibkan. Buku-buku, juga sudah ada karena sebelumnya kita sudah pernah laksanakan K-13," kata Rosita.

Menurut Rosita, kendala yang mereka hadapi untuk pelaksanaan K-13 ini justru datang dari orangtua murid. Di lingkungan SDN Jawa 2, pada umumnya orangtua bekerja sebagai buruh sehingga menyampaikan tidak bisa membantu anak-anaknya belajar.

"Sedangkan K-13 mengajak anak-anak lebih aktif. Itu aja sih kendalanya kalau dilaksanakan di sekolah kami," kata jelas Rosita.

Sementara itu, Kepala SDN Jawa 1, H Fadhil menambahkan, dia sudah tahu rencana penunjukan sekolah yang dipimpinnya untuk melaksanakan K-13. Menurut dia, sekolahnya siap untuk melaksanakan.

Lagi pula, guru-guru di sekolah itu sudah mengikuti pembekalan K-13 pada saat program itu baru pertama dilaksanakan. "Kita siap saja melaksanakan. Guru-guru juga sudah dilatih. Untuk buku, juga sudah ada," ujar Fadhil.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Banjar, Haryadi menjelaskan, pihaknya memang diminta untuk mengusulkan 25 persen dari jumlah sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Banjar.

"Sekolah yang ditunjuk sudah harus melaksanakan K-13 sejak tahun ajaran baru nanti," kata Haryadi.

Menurut dia, ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk menentukan sekolah-sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan K-13.

Di antaranya sekolah yang terakreditasi minimal B, kepala sekolah pernah ikuti K-13, minimal ada dua guru yang sudah pernah ikut pelatihan K-13, jumlah guru kelas sesuai dengan jumlah rombongan belajar.

Mengenai kekhawatiran sekolah terhadap rumitnya K-13, Haryadi mengakui, program K-13 tidak ada perubahan dari sebelumnya. Siswa di dalam kurikulum 2013 dituntut lebih aktif untuk menumbuhkan karakter. Cuma, sistem penilaian di K-13 lebih disederhanakan.

"Saya kira sekolah bisa melaksanakannya. Nyatanya, SDN Indrasari I dan SMPN 4 sudah melaksanakannya," kata Haryadi. (wid)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved