Breaking News:

HLKI Ancam Lapor ke Ombudsman, BPOM Kok Diam Soal Mi Instan?

Untuk melindungi kesehatan masyarakat selaku konsumen mi instan, sudah seharusnya instansi resmi pemerintah responsif soal isu kandungan mi instan.

Editor: Mustain Khaitami
Facebook
Postingan YLKI tentang bahaya mengonsumsi mi instan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-Banten-DKI, Firman Turmantara, mendesak pemerintah segera merespon postingan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyoal mi instan bagi kesehatan.

Menurut dia, pemerintah memiliki Badan Pengawas Obat dan makanan dan Kementerian Kesehatan yang dapat mengklarifikasi kebenaran isi postingan YLKI tersebut.

"Terutama BPOM yang lebih berkompeten ketimbang YLKI untuk hal itu. Tapi kok diam saja, Kemenkes juga, kan mereka wakil negara. Kenapa malah YLKI yang agresif lebih dulu?" ujar Firman saat dihubungi Tribun Jabar pada Selasa (2/2/2016).

Untuk melindungi kesehatan masyarakat selaku konsumen mi instan, sudah seharusnya instansi resmi pemerintah responsif soal isu kandungan mi instan.

HLKI Jabar-Banten-DKI akan menyambangi Ombudsman Jawa Barat sebelum Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indoesia melakukan rapat pleno di Jakarta.

Anggota BPKN RI tersebut juga akan melaporkan hal tersebut ke Ombudsman Republik Indonesia mengenai diamnya pemerintah tentang isu mi instan.

"Saya menganggap BPOM dan Kemenkes dan intansi terkait yang berkaitan dengan pengawasan makanan sudah melakukan malaadministrasi dalam penyelenggaraan terhadap pelayanan publik," tegas Firman.

BPKN RI akan menggelar rapat pleno pada Kamis nanti dan pimpinan akan mengusulkan untuk mengundang YLKI dan produsen mi inntan membahas soal isu ini.

"Setelah rapat pleno dalam dua sampai tiga hari, mudah-mudahan bisa memanggil dua pihak tersebut. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan ada kepastian hukum karena perlindungan konsumen itu harus ada kepastian hukum," imbuh dia.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved