Pembebasan Pasar Lama Belum Beres, Bantuan Rp 35 Miliar Terancam Hangus
Menurut Esya, DAK untuk Pasar Lama itu bakal dikucurkan pada 2017. Namun syaratnya Pemko harus menyelesaikan pembebasan lahan di sana.
Penulis: Murhan | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana revitalisasi pasar tradisional di Kota Banjarmasin, Kalsel, sebagai tindaklanjut program Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan terganjal.
Pasalnya, Pasar Lama Banjarmasin yang merupakan salah satu dari seribu pasar tradisional yang menjadi target revitalisasi belum selesai pembebasan lahan. Akibatnya, bantuan sebesar Rp 35 miliar pun bakal hangus.
Program revitalisasi pasar tradisional perlu dilakukan mengingat hampir di semua daerah terdapat pasar modern. Bahkan banyak pula pasar rakyat yang sudah lama tidak dibangun hingga berumur 40 tahun.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Esya Zain, Selasa (2/2). Ini terbukti dengan adanya janji dana revitalisasi Pasar Lama melalui DAK (dana alokasi khusus). Bahkan anggaran yang dijanjikan cukup besar yakni Rp 35 miliar.
Menurut Esya, DAK untuk Pasar Lama itu bakal dikucurkan pada 2017. Namun syaratnya Pemko harus menyelesaikan pembebasan lahan disana.
"Dananya besar sekali Rp 35 miliar. Namun syaratnya pada 2016 ini, Pemko harus menyelesaikan pembebasan lahan," jelasnya.
Dinas Pengelolaan Pasar, menjadi SKPD ini serapan anggarannya paling rendah di Pemko Banjarmasin pada 2015 karena pembebasan lahan Pasar Lama. Dinas ini cuma mampu menyerap anggaran sebesar 54 persen dari total Rp 21 miliar.
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, Hermansyah mengatakan, hal ini tak lepas dari belum berhasilnya pembebasan lahan di Pasar Lama. Pembebasan lahan di Pasar Lama sendiri menelan anggaran Rp 9 miliar.
Praktis, karena belum adanya kesepakatan dengan pemilik lahan, anggaran dikembalikan ke kas daerah. Meski tahun ini gagal, namun proses pembebasan lahan tersebut akan tetap dilanjutkan. Ada beberapa problem dalam pembebasan lahan salah satunya pengukuran.
Bangunan di sana berdempetan hingga tak bisa diukur secara manual. Akhirnya pihaknya menggunakan pengukuran dengan melibatkan BPN. Sembari pengukuran, sosialisasi jalan terus. Ini terkait dengan masih adanya warga yang menolak.
"Secara bertahap akan kami lakukan hingga warga mau," katanya.
Untuk pasar sendiri, tahun ini Pasar Tungging akan direvitalisasi dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Juga mulai digarap Pasar Wisata Malabar yang akan menelan anggaran Rp 2 miliar. Juga pembenahan pasar sehat yakni Pasar Telukdalam, Pasar Telawang dan Pasar Kuripan.
"Karena pasar sehat, pastinya harus benar-benar dibenahi," katanya. (ire)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pasar-lama_20160203_182931.jpg)