Hii, Selama 25 Tahun, Pria Ini Hanya Makan Pasir dan Kerikil

Menyantap nasi setiap hari, itu sudah biasa. Tapi kalau melahap pasir dan kerikil saban hari, itu luar biasa!

Hii, Selama 25 Tahun, Pria Ini Hanya Makan Pasir dan Kerikil
MIRROR.CO.UK
Hans Raj, pria India yang mengaku mengonsumsi kerikil dan pasir setiap hari selama 25 tahun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, UTTAR PRADESH - Menyantap nasi setiap hari, itu sudah biasa. Tapi kalau melahap pasir dan kerikil saban hari, itu luar biasa!

Keanehan ini dialami oleh Hans Raj, seorang pria asal negara bagian Uttar Pradesh, India, yang mengaku mengonsumsi kerikil dan pasir setiap hari.

Uniknya, Hans mengaku tidak pernah sakit meski menyantap makanan yang 'tak lazim' itu.

Terlebih, kebiasaan tersebut sudah dilakukan oleh pria berusia 45 tahun ini selama lebih dari 25 tahun.

"Saya makan batu bata dan kerikil selama 25 tahun, tapi lihatlah tubuh saya. Sehat kan?" terang Hans seperti dikutip dari laman Mirror, (10/2/2016).

Lantaran kebiasaan aneh itu, oleh penduduk desa tempatnya tinggal, Hans dijuluki 'si manusia pasir.'

Kalau sedang lapar, Hans kerap berpergian dan mengumpulkan pasir, kerikil hingga puing-puing batu bata untuk disantap.

"Saya suka memakan pasir-pasir tersebut. Saya berpikir hal-hal tersebut tidak berefek buruk terhadap kesehatan saya," kata Hans.

Hans mengatakan, kebiasaan tersebut dimulai sejak dirinya masih muda.
Namun kini, imbuh Hans, menyantap kerikil dan pasir menjadi kebiasaan yang lazim baginya.

"Saya tidak pernah mengalami masalah di bagian mulut maupun pencernaan. Gigi saya sehat, saya bisa menggigit batu sekeras apapun dengan mudah," ujar Hans.

Seorang dokter di Uttar Pradesh, mengatakan 'keganjilan' yang dialami oleh Hans disebut Pica, sebuah kelainan yang memicu nafsu makan seseorang terhadap hal-hal yang tak bisa dicerna.

Kebiasaan Hans ini bahkan membuat dia mendapatkan pekerjaan sebagai tukang batu.

Teman Hans yang sudah bekerja selama 10 tahun dengannya mengatakan kebiasan Hans sulit dihentikan.

"Dia sudah terkenal suka mengunyah batu atau pecahan batu bata selama bekerja di proyek bangunan," kata teman Hans.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved