Harga Karet Kini Cuma Rp 3 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya

Harga bahan olah karet (crumb rubber) dengan kadar karet kering 100 persen, harga beli di pabrik di kisaran Rp 13.500-Rp 14.000/kilogram.

Penulis: Sudarti | Editor: Mustain Khaitami
banjarmasinpost.co.id/sudarti
BEBERAPA pekerja sedang melakukan aktivitas di industri pengolahan crumb rubber PT Insan Bonafide Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petani karet di Kabupaten Banjar semakin terpuruk. Harga karet yang selama ini di kisaran Rp 5 ribu/kg, sekarang anjlok di harga Rp 3 ribu/kg.

Rifai (52) salah satu petani karet di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar menyebutkan, dua minggu ini harga karet merosot ke titik terendah yakni Rp 3 ribu/kg. Kondisi tersebut tentunya sangat memberatkan kehidupan petani karet.

Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Kaselteng, Andreas Winata menyebutkan, harga jual karet di pasaran dunia memang sedang terpuruk akibat turunnya harga minyak dunia.

Harga bahan olah karet (crumb rubber) dengan kadar karet kering 100 persen, harga beli di pabrik di kisaran Rp 13.500-Rp 14.000/kilogram.

"Kami membeli bahan olah karet (bokar) dengan kadar karet kering sampai Rp 14.000 per kilogramnya. Kalau karetnya di petani banyak campurannya, tentu harga jualnya rendah," tandas Andreas yang juga manajer Operasional pabrik crumb rubber PT Insan Bonafide Banjarmasin.

Semakin rendah kualitas bokar, tentu harga jualnya semakin rendah. Bisa jadi pembekuannya tidak menggunakan cuka getah sehingga mempengaruhi kualitas, tandasnya.

Permintaan pasar luar negeri masih ada, namun sedikit karena pasarnya sedang lesu. Hasil produksi karet anggota Gapkindo dikirim ke berbagai negara seperti Cina, Jepang, Amerika, Eropa, Timur Tengah dan lainnya. "Dimana ada pabrik ban, pasti dikirim sesuai permintaan pembeli," tandas Andreas.

Mengingat lesunya kondisi bisnis crumb rubber, pihaknya sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang membuka kran masuknya investor asing di bidang crumb rubber. Kebijakan itu akan mematikan pengusaha karet dalam negeri, tandasnya.


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved