Pemadaman Listrik di Kalsel dan Kalteng Bakal Berkurang

Meskipun ada tambahan PLTU Pulang Pisau dengan daya 2x60 MW, tapi pembangkit listrik ini diibaratkannya seperti bayi baru lahir dan belajar berjalan.

Penulis: | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/syaiful akhyar
Salah satu pembangkit di PLTU Asam-asam, Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel, yang masih dalam perbaikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Keluhan masyarakat Kalselteng mengenai listrik yang byarpet tampaknya bakal teratasi. Pemeliharaan PLTU Unit III di Asam Asam, Kecamatan Jorong, Tanahlaut selesa lebih cepat dari yang dijadwalkan.

"Bahkan ada progres dari jadwal yang sudah ditentukan. Pemeliharaan harusnya selesai 15 Februari, ternyata pada 11 Februari sudah selesai," kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Kalselteng, Anang Djuhrani, Rabu (17/2).

Kini, PT PLN Kalselteng melanjutkan pemeliharaan PLTU Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) milik PT Adaro di Tanjung, Tabalong.

Kapasitas Daya PLTU MSW 20 MegaWatt (MW) dikali dua. Menurut Anang, meskipun sedang dilakukan pemeliharaan PLTU MSW, tapi tidak seperti PLTU Asam Asam. Pemeliharaannya hanya membutuhkan waktu 30 hari, mulai 15 Februari sampai 15 Maret 2016.

Lantaran ada proses pemeliharaan PLTU MSW, wilayah Kalselteng masih mengalami defisit listrik, tetapi tidak sebesar saat pemeliharaan PLTU Unit III Asam Asam yang memiliki kapasitas 65 MW.

"Tetap berkurang antara 40 MW. Namun, kami masih mengupayakan PLTU Pulang Pisau sudah bisa masuk sistem," imbuhnya.

Dia mengatakan, akibat ada pemeliharaan PLTU MSW maka tetap ada pemadaman bergilir. Hanya saja pelanggan yang mengalami pemadaman tidak terlalu lama, misalkan saat pemeliharaan PLTU Asamasam padamnya dua jam, maka saat pemeliharaan PLTU SMW padamnya aliran listrik hanya satu jam.

"Bahkan bisa saja tidak terasa jika pelanggan melakukan penghematan pemakaian daya, terutama saat beban puncak. Seperti mematikan satu lampu dan kondisi cuaca juga membantu," jelasnya.

Menurut Anang, meskipun ada tambahan PLTU Pulang Pisau dengan daya 2x60 MW, tapi pembangkit listrik ini diibaratkannya seperti bayi yang baru lahir dan belajar berjalan hingga maka masih sering jatuh.

Pihaknya terus memonitor dan menginformasikan perkembangannya.

PT PLN Kalselteng terus menghimbau masyarakat bisa mengurangi pemakaian listrik. Jika ada pengurangan pemakaian, wilayah yang seharusnya padam menjadi tidak alami pemdaman. Saat ini pelanggan PT PLN Kalselteng sebanyak 1.400.000, dibagi rata-rata ada 70 MW yang bisa dihemat.

Anang mengatakan, PT PLN Kalselteng juga tetap mengerjakan pembangunan pembangkit. Saat ini yang berjalan pembangkit listrik mesin gas di Bangkanai Kalteng, kapasitas 155 MW sebanyak 16 unit. Demikian pula ada pembangunan tahap berikutnya.

Saat ini pembangkit di Bangkanai menyuplai kota Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng. Saat pembenahan, selain menyuplai ke Bangkanai, Muara Teweh, juga ke Buntok (Barito Selatan) dan Tanjung (Tabalong).

"Kalau sudah tergabung di Tanjung maka sudah masuk sistem Barito yang selama ini disuplai di Kalsel, Kalteng sampai di Buntok, Palangkaraya dan Sampit," tambahnya. (has)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved