Pertama Kali Ikut Debat Kadarkum, SMAN 1 Awayan Raih Juara III

Yang lebih membanggakan lagi sejak babak penyisihan pertama tim debat SMAN 1 Awayan ini mampu mengalahan tim debat dari Banjarmasin.

Pertama Kali Ikut Debat Kadarkum, SMAN 1 Awayan Raih Juara III
banjarmasinpost.co.id/elhami
Tim debat SMAN 1 Awayan, Lindawati, Marina, Kiki Wahyuni, Irawati, dan Aida Rizkina sebagai ketua tim debat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Untuk pertama kalinya bisa bersaing di tingkat Provinsi Kalsel, tim debat SMAN 1 Awayan sudah mampu menunjukkan kebolehannya.

Dalam lomba bertajuk Kadarkum atau Keluarga Sadar Hukum yang dilaksanakan pada bulan November 2015 lalu di Kantor Abdi Persada Banjarmasin, membuat tim ini mampu menyabet juara III tingat provinsi.

Yang lebih membanggakan lagi sejak babak penyisihan pertama tim debat SMAN 1 Awayan ini mampu mengalahan tim yang bisa dibilang kuat yakni tim debat dari Banjarmasin.

Menjadi sebuah kebanggaan karena SMAN 1 Awayan merupakan sekolah yang cukup jauh dari ibukota Balangan, dengan jarak 15 km, lebih membanggakan lagi juga sebagai salah satu perwakilan Balangan ditingkat provinsi waktu itu.

"Jelas sangat bangga sekali, artinya sekolah kami juga mempunya prestasi dan semangat untuk menang dalam lomba, apalagi bisa mengalahkan tim debat dari Banjarmasin, dan hasilnya menjadi juara III tingkat provinsi," ucap ketua tim debat Aida Rizkina.

Lebih lanjut diceritakannya, perjuangan untuk bisa menjadi terbaik ke III bukan tak mudah, sejak ditetapkan oleh kabupaten bahwa akan mewakiili ketingkat provinsi, sekolah langsung ambil langkah cepat.

"Tim kami tak begitu saja dibentuk, ada seleksi ketat dari sekolah sehingga terpilihlah kami," ujarnya.

Setelah diseleksi kemudian dapatkan lima orang yang menjadi tim yakni Lindawati, Marina, Kiki Wahyuni, Irawati, dan Aida Rizkina sebagai ketua tim debat.

"Persiapan kami sangat terbatas, hanya sebulan lebih, dan kami punya cara tersendiri dalam melakukan persiapan, yakni menghapal sedikitnya satu orang 138 soal," jelasnya.

Saat itu lanjutnya ada sejumlah tema undang-undang hukum yang harus disiapkan sebagai bahan pertanyaan dalam lomba debat, yakni materi tentang undang-undang narkotika, lalu lintas, perlindungan anak, bantuan hukum, perdagangan orang.

"Setiap harinya kami satu orang setor sama guru pendamping enam hafalan soal beserta jawabannya, setiap minggu kemudian dirangkum hafalan dari awal," katanya.

Menurutnya selama sebulan, persiapan full dilakukan baik siang, malam, pagi, sore dan disetiap kesempatan, masing-masing diri menyiapkan bahan.

"Kami tak pernah menyangka, dengan persiapan dan usaha yang kami lakukan, menjadi juara III tingkat provinsi adalah sebuah prestasi luar biasa bagi sekolah yang letaknya jauh dari keramaian ini," ucapnya.

Guru pendamping Suaibatul Aslamiah mengatakan, prestasi ini merupakan modal siswa untuk kembali bisa bersaing di tingkat provinsi, terutama bidang debat.

"Kalau ada event lagi, kami siap mengikuti," tegasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved