Jalan di Kota Terendam Air

Muryanta: Drainase Peninggalan Belanda Tak Bisa Dipakai Lagi

Diakui Muryanta, sebenarnya ada masterplan penerapan drainase peninggalan Belanda. Namun dengan kondisi sekarang tidak bisa dipakai lagi.

Tayang:
Penulis: Murhan | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/apunk
Pengendara melintasi jalan yang terendam di Jalan Lambung Mangkurat, Senin (8/2/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, Muryanta terkait masterplan penanganan banjir di Kota Banjarmasin, pihaknya sudah akan membuat masterplan drainase berbasis sungai.

Artinya, ujarnya, sungai-sungai dijadikan sebagai drainase utama.

Dengan masterplan ini, pihaknya akan menghidupkan kembali sungai-sungai yang mati. Saat ini, tinggal 102 sungai yang terindikasi masih aktif. Itupun belum benar-benar normal.

Pihaknya, akan mengukur dulu volume air yang biasa masuk saat hujan deras. Lalu dibandingkan dengan kondisi sungai seperti lebar dan kedalaman. Ini akan jadi acuan pembuatan masterplan.

Diakui Muryanta, sebenarnya ada masterplan penerapan drainase peninggalan Belanda. Namun dengan kondisi sekarang tidak bisa dipakai lagi. "Setelah masterplan selesai, kita anggarkan pembenahan sungainya secara bertahap. Kita akan mulai dari tahun ini," ujarnya. (ire)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved