Rumah Sakit di Yogyakarta Ini Bersiap Terima Pasien 'Korban' Gerhana Matahari

Jika tidak hati-hati dalam menikmati gerhana matahari yang akan mampir di Indonesia pada Rabu (9/3/2016), maka penglihatan berpotensi terganggu akibat

Rumah Sakit di Yogyakarta Ini Bersiap Terima Pasien 'Korban' Gerhana Matahari
kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Jika tidak hati-hati dalam menikmati gerhana matahari yang akan mampir di Indonesia pada Rabu (9/3/2016), maka penglihatan berpotensi terganggu akibat paparan sinar matahari langsung ke mata.

Menanggapi kemungkinan hal tersebut Rumah Sakit (RS) Mata dr Yap Yogyakarta menyatakan sudah siap melayani apabila ada masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat gerhana matahari.

"Di RS Yap kita punya unit poli vitreo retina yang bertugas setiap shift ada dua dokter, jadi pelayanan untuk kasus-kasus ini (gangguan penglihatan akibat gerhana matahari) sudah siap," ujar dokter mata RS Mata dr Yap Yogyakarta, dr M Bayu Sasongko di RS Mata dr Yap, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta Senin (7/3/2016).

Bayu menambahkan bahwa gangguan penglihatan akibat paparan sinar gerhana matahari seperri solat retonophaty tidak ada gejala yang instan.

Penderita dengan solar retinopati itu tidak menimbulkan sakit dan silau pada awalnya namun efeknya baru terasa beberapa waktu kemudian.

RS Mata dr Yap sendiri belum ada rencana menambah tenaga guna menyiapkan adanya warga yang mengalami gangguan mata akibat melihat Gerhana Matahari.

Namun Bayu mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatie berlebihan, asal menikmati gerhana dengan cara yang direkomendasikan masyarakat akan tetap aman dan sehat.

"Gerhana ini fenomena yang sangat menarik hanya harus tetap hati-hati dan ada beberapa cara yang direkomendasikan oleh Nasa dan AAO (American Academy of Omphthalmology), tapi jangan sampai menimbulkan ketajutan," pungkasnya.

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved