APERSI Kalsel Target Bangun 10.000 Rumah untuk Penghasilan Rendah
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Kalsel menargetkan pembangunan rumah 10.000 unit untuk masyarakat berpenghasi
Penulis: Sudarti | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Kalsel menargetkan pembangunan rumah 10.000 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga Rp 128 juta/unit.
Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah yang merancang pembangunan satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kata ketua DPD APERSI Kalsel, H Hasim KA, yang didampingi Mukhlis dalam jumpa pers terkait rencana Musda yang akan digelar pada tanggal 11-12 Maret di Swiss Belhotel Banjarmasin.
Disebutkan, APERSI Kalsel terbentuk pada 8 Januari 2013 dengan jumlah anggota 105.
Pada 2013 berhasil membangun rumah untuk MBR sebanyak 6.000 unit.
Kemudian, pada 2014 realisasinya 7.000 unit.
Namun pada 2015 turun menjadi 6.000 unit karena kondisi ekonomi yang lesu sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Yang menjadi masalah, lanjut Hasim, perumahan yang terbangun tersebut sebagian besar belum ada listriknya, sehingga tak dapat dihuni.
Bahkan ada yang sudah dua tahun dibangun tapi belum ada aliran listriknya.
"Karena belum ada aliran listriknya itulah, sebagian rumah yang dibangun pada 2015 tak terserap pasar. Untuk itu pada 2016 ini strateginya bangun rumah kalau sudah ada pembelinya," kata Hasim.
Makanya pada Musda I APERSI nanti, tandas Hasim, pihaknya mengundang berbagai unsur terkait untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-perumahan_20151114_123310.jpg)