NEWSVIDEO

Saat Palangkaraya Gelap Warga Berteriak Histeria Kagum Terhadap Peristiwa Gerhana Matahari Total

Ribuan massa warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang berkumpul di Lapangan Senaman Mantikai dan Bundaran Besar, sudah berkumpul sejak subuh.

Saat Palangkaraya Gelap Warga Berteriak Histeria Kagum Terhadap Peristiwa Gerhana Matahari Total
Banjarmasin Post Group/Fathurahman
Gerhana Matahari di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Gerhana matahari total (GMT) yang terjadi di Palangkaraya, Selasa (9/3/2016) disambut dengan antusias warga setempat.Mereka berduyun-duyun berdatangan ke dua lokasi tempat pusat kegiatan seni dan budaya menyambut gerhana matahari total tersebut.

Ribuan massa warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang berkumpul di Lapangan Senaman Mantikai dan Bundaran Besar dan jalan-jalan yang ada di Kota Cantik tersebut, sudah menantikan moment langka tersebut, sejak subuh.

Meskipun, sempat diguyur hujan dan awan hitam, momen GMT tetap bisa terlihat, karena menjelang siang, matahari makin menampakkan wujudnya.Warga yang berkumpul di bundaran dan lapangan senaman mantikai, terlihat terperangah ketika melihat kota tersebut meredup dan menjadi gelap seperti malam hari.

Suasana gelap terlihat Rabu (9/3/2016) sejak pukul 07.26 WIB, warga yang berkumpul di bundaran besar Palangkaraya terlihat gaduh saat terjadi kegelapan saat gerhana matahari total yang berlangsung selama dua menit lebih.

Suasana tampak semakin sakral, saat dalam kegelapan tersebut, tabuhan gendang musik khas daerah setempat dibunyikan dengan kerasnya, seperti mengikuti kegelapan tersebut.

Teriakkan massal dari warga yang datang juga terdengar kembali saat kegelapan setelah gerhana matahari total secara perlahan proses gerhana matahari total tersebut selesai, sehingga cahayanya mulai kembali menerangi bumi.

Warga yang berkumpul di Bundaran Besar Palangkaraya berteriak mengelu-elukan suana gelap gulita tersebut."ini terjadi 350 tahun sekali ini, sangat langka. Kami datang ke sini, untuk menyaksikan kegelapan akbibat gerhana itu" Rahma.

Dia mengatakan, sempat memanjatkan doa disaat matahari tertutup bulan sehingga cahayanya menghilang dari bumi. " Ya saya sempat berdoa dalam hati, karena kagum dengan kejadian itu." katanya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved