Berapa Populasi Manusia yang Mampu Ditampung Bumi?

Hanya terdapat sedikit jumlah kawasan yang tersisa di bumi, tidak termasuk sumber daya alam yang tersisa seperti makanan, air bersih, dan sumber energ

Editor: Mustain Khaitami
Alamy Stock Photo
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat ini jumlah penduduk di dunia telah mencapai 7 miliar jiwa.

Total tersebut merupakan jumlah yang sangat besar. Tapi berapakah jumlah kapasitas yang mampu ditampung Bumi?

Overpopulasi. kalimat tersebut menjadi topik dalam perbincangan di kalangan WHO (World Health Organization) karena saat ini Bumi telah menampung populasi yang sangat besar.

Tetapi apakah jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar yang bisa ditampung Bumi?

Sangat jelas jika ukuran Bumi tidak mungkin akan bertambah luas. Hanya terdapat sedikit jumlah kawasan yang tersisa di bumi, tidak termasuk sumber daya alam yang tersisa seperti makanan, air bersih, dan sumber energi.

Faktor-faktor penentu yang mendukung populasi kehidupan manusia di Bumi juga semakin berkurang, sehingga pertumbuhan populasi manusia yang sangat pesat mejadi semacam ancaman bagi kesejahteraan planet Bumi.

Jawaban atas pertanyaan tersebut dijelaskan David Satterthwaite selaku senior dalam International Institute for Environment and Development di Inggris menuturkan, bukan masalah mengenai jumlah manusia yang ada di planet yang menjadi persoalan.

Tetapi lebih fokus mengenai jumlah orang yang mengonsumsi, dan skala bagaimana manusia menghabiskan semua sumber daya alam tersebut.

Seperti mengutip dari kalimat Gandhi: "Bumi memiliki kapasitas untuk menampung semua jumlah orang, namun tidak cukup untuk menampung keserakahan umat manusia."

Berdasarkan prediksi dari data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa jumlah populasi penduduk akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050, dan akan mencapai lebih dari 11 miliar jiwa pada tahun 2100, dikutip melalui situs bbc.com

Pertumbuhan manusia sangat berkembang pesat. Emisi karbondioksida dan efek gas rumah kaca yang dihasilkan dari konsumsi masyarakat di kota, merupakan penyumbang gas beracun ini merupakan satu penyebab bahwa konsumsi berlebihan oleh populasi manusia menyebabkan kerusakan Bumi.

Menurut Diana Ivanova, dosen di Universitas Norwegian University of Science and Technology di Trondheim memaparkan, mengubah kebiasan konsumsi sehari-hari dapat memberikan efek drastis bagi lingkungan yang lebih baik.

Jika kebiasaan hidup ramah lingkungan dan tidak serakah bisa diterapkan maka, persoalan mengenai berapakah beban yang mampu ditampung Bumi meskipun telah mencapai 11 miliar bukanlah permasalahan utama.

Meskipun demikian umat manusia juga harus mengontrol stabilitas populasi global agar tetap berada pada skala sekitar 9 miliar jiwa.

Walaupun beberapa menyebutkan bahwa kapasitas daya tampung bumi hanya sekitar tidak lebih dari 2-4 miliar jiwa. Namun hingga saat ini populasi dunia yang sudah mencapai 9 miliar mematahkan presepsi tersebut.

Bumi merupakan satu-satunya planet dan rumah bagi umat manusia dan sudah menjadi hal yang wajib dilakukan untuk hidup lebih baik mempertahankan ketahanan planet Bumi.

Konsumsi yang tidak berlebihan dan mengurangi gaya hidup tidak ramah lingkungan dan menjaga keberlangsungan Bumi bisa menjadi cara agar Bumi menjadi tempat yang aman untuk dihuni. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved