Bandara Juwata Tarakan Dilengkapi Body Scanner, Penumpang Bawa Sabu Bakal Kena!

Terminal Bandara Juwata Tarakan yang baru tidak lama lagi akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, 22 Maret mendatang.

Editor: Ernawati
NET
Bandara Internasional Juwata Tarakan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TARAKAN - Terminal Bandara Juwata Tarakan yang baru tidak lama lagi akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, 22 Maret mendatang.

Bandara yang soft opening sudah berlangsung sejak Juli 2015 lalu memiliki fasilitas lebih lengkap dan wah dibanding bandara lama.

Bandara Juwata memiliki luas area 12.400 M2 dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang tunggu terminal keberangkatan domestik, ruang tunggu internasional, ruang main anak, ruang bebas rokok, lift atau elevator, eskalator, alat x-ray, dan body scanner, dan dua unit garbarata.

Selain itu, bandara yang menjadi pintu gerbang Kalimantan Utara ini juga dilengkapi mushala, ruang pengaduan barang hilang, ruang informasi, pos pelayanan kesehatan, pos pelayanan plisi, gerai ATM, 200 buah troli, dan berbagai gerai kuliner aneka kue, makanan dan minuman.

Menurut Kepala Bandara Juwata Tarakan, Syamsul Bandri, sarana dan prasarana bandara yang baru ini sudah bagus dan masuk kriteria. Hanya tinggal pernak-pernik saja yang perlu ditambah agar bandara lebih indah.

"Untuk penerangan menurut Menhub (Pak Jonan) masih kurang sedikit terang, tapi saya kira tidak masalah nanti ada satu atau dua bola lampu yang kita ganti sehingga lebih terang. Tidak mungkin terlalu terang semua, melihat kondisi listrik di Tarakan saat ini," ujarnya saat dihubungi Tribunkaltim.co, Jumat (18/3/2016).

Hal yang menarik dari Bandara Juwata Tarakan adalah fasilitas body scanner (pengamat tubuh secara elektronik). Penumpang jangan coba-coba menyembunyikan barang terlarang di dalam atau luar organ tubuh.

Bagi penumpang pesawat yang melalui bandara, karena telah dilengkapi body scanner.

Alat ini berbentuk seperti kapsul diletakkan di bawah tangga naik eskalator lantai II menuju ruang tunggu penumpang.

Body scanner digunakan apabila ada calon penumpang yang membawa benda-benda terlarang atau mencurigakan.

Melalui body scanner, petugas keamanan bandara bisa melihat dari layar monitor jika ditemukan benda terlarang yang dibawa penumpang. Misalnya narkoba, racun, senjata api, korek api, maupun bahan peledak.

Syamsul Bandri menjelaskan, dengan adanya body scanner petugas bandara tidak perlu lagi meraba-raba tubuh penumpang, jadi memeriksa dari monitor.

"Petugas yang memeriksa penumpang di body scanner ini petugas khusus yang dapat mengoperasionalkan alat canggih tersebut. Kita boleh berbangga lah, meskipun bandara kita luasnya tidak terlalu besar namun peralatannya sangat lengkap dibandingkan bandara lainnya," katanya.

Komandan Aviation Security (Asvec) Bandara Juwata Tarakan, Yunus menambahkan, berkat adanya body scanner ini, sudah tiga kali calon penumpang yang membawa barang-barang terlarang seperti narkoba ketahuan saat diperiksa di body scanner.

"Penumpang ada yang membawa dan menyimpan narkoba jenis sabu di bagian selangkangannya. Waktu masuk melalui pintu walk through metal detector (WTMC) petugas sudah mulai curiga dengan gerak-geriknya. Akhirnya kami masukkan ke ruang body scanner dan kelihatan benda yang dibawanya," ungkap Yunus.

Untuk menjaga keamanan di Bandara Juwata Tarakan, pihaknya memiliki 22 hingga 23 petugas.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved