Ikan Sepat Kering Buatan Hj Rusmaniah di Bawa Sampai ke Arab
Tidak heran, di sepanjang jalan desa tampak ikan sepat tengah dijemur. Produk mereka, sering menjadi makanan oleh-oleh ke Pulau Jawa hingga Arab Saudi
Penulis: Hari Widodo | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Langit di Desa Tambak Baru Ulu, Kecamatan Martapura Kota tampak mendung, Minggu (20/3). Namun, Hj Rusmaniah (45) tetap menjemur ikan sepat basah yang sudah dibersihkan.
Dia melakukannya tidak sendiri. Dibantu tetangganya Raniah (60) dan Rusnah (60), perajin ikan sepat kering ini dengan sabar menyusun satu per satu ratusan ekor ikan sepat yang baru digarami di atas sebuah anyaman bambu.
Bagi Hj Rusmaniah, hujan yang kerap turun selama musim penghujan ini merepotkan untuk usaha ikan sepat kering yang ditekuninya. Dia harus berjaga-jaga bila sewaktu-waktu hujan turun.

banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Warga Tambak Baru Ulu, Martapura menjemur ikan sepat
Bahkan, jika cuaca tidak panas, dia terpaksa harus mencuci dan menggarami kembali ikan sepat kering miliknya. Tujuannya, agar ikan yang diolah tidak sampai rusak atau membusuk. "Agak repot kalau penghujan seperti ini menjaganya. Siap selalu kalau-kalau hujan turun, menutupi ikan sepat menggunakan plastik," kata Hj Rusmaniah.
Desa Tambak Baru Ulu dikenal daerah produsen ikan sepat kering. Ikan hasil olahan para perajin di desa ini enak dan renyah. Ada belasan warga yang menekuni usaha ini. Tidak heran, di sepanjang jalan desa tampak ikan sepat tengah dijemur. Produk mereka, sering menjadi makanan oleh-oleh ke Pulau Jawa hingga dibawa ke Arab Saudi.
Hj Rusmaniah mengatakan, sudah puluhan tahun dia menggeluti usaha ini. Ikan sepat segar didapatkannya dari pencari ikan di Desa Akar Begantung, Kecamatan Martapura Timur. Dia membelinya menggunakan takaran tempat nasi, Rp 9.000 per tempat nasi.
Setiap hari, antara 10 kg hingga 15 kg ikan sepat yang diolahnya. Caranya, ikan sepat dibersihkan sisik dan isi perut. Setelah itu, digarami dan kemudian dijemur hingga kering.
Bila cuaca panas, cuma sehari ikan kering sudah siap untuk dipasarkan. Namun, jika hujan diselingi cuaca panas seperti sekarang, bisa dua hingga tiga hari baru siap untuk dijual.
Untuk memasarkannya, Hj Rusmaniah menjual ke pedagang ikan di Pasar Martapura. "Saya jualnya Rp 50 ribu per kilogram ikan sepat kering," kata Hj Rusmaniah.
Terkadang, pelanggan yang datang langsung ke rumahnya. Biasanya, mereka yang datang ke rumah membeli untuk oleh-oleh. Makanya, ikan sepat kering olahannya ini sampai ke Pulau Jawa bahkan sering juga yang membeli untuk dikirim ke Arab Saudi.

banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Ikan sepat dijemur di tepi jalan di Tambak Baru Ulu, Martapura, Kabupaten Banjar
“Banyak juga warga Banjar yang tinggal di Arab Saudi. Nah, mereka itu mungkin kangen dengan ikan sepat kering ini," ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Banjar, H Gia mengatakan, banyak produk kerajinan makanan yang dihasilkan warga di Kabupaten Banjar. Hanya, perajin masih lemah dalam proses pengemasan. Contoh, ikan sepat kering, produk menarik dan banyak yang membawa untuk oleh-oleh.
"Seandainya dikemas, ikan sepat ini bisa bernilai lebih. Rasanya, enak dan gurih sehingga banyak yang menggemarinya," kata H Gia. (wid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sepat-kering_20160321_172132.jpg)