Lubang Bekas Tambang di Samarinda Kembali Makan Korban Jiwa

Seorang remaja diduga kembali menjadi korban lubang tambang yang tidak direklamasi.

Lubang Bekas Tambang di Samarinda Kembali Makan Korban Jiwa
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
(Ilustrasi) Lubang bekas tambang yang menyerupai danau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA – Seorang remaja diduga kembali menjadi korban lubang tambang yang tidak direklamasi.

Informasi ini diperoleh Tribunkaltim.co, dari Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Merah Johansyah, Rabu (23/3/2016).

“Baru 25 menit lalu kami dapat informasi. Ini teman-teman lagi meluncur ke lokasi kejadian,” kata Merah.

Informasi sementara yang diperoleh Merah, korban merupakan siswa SMKN 2 Samarinda.

Baca: JATAM Pertanyakan Dua Perkara Korban Lubang Tambang Dihentikan

Dugaan sementara, korban meninggal di lubang tambang PT BBE, di Bukit Raya, jalan poros Samarinda-Tenggarong.

“Kami sudah konfirmasi kepala desanya. Tapi mengenai penyebab pasti kita belum tahu,” tutur Merah.

Sebelumnya, Jatam Kaltim juga pernah menginformasikan adannya, korban bernama Ratna, siswi SD, yang meninggal di lokasi bekas lubang tambang batu bara.‎

Korban tenggelam di bekas lubang tambang batu bara di Desa Sumbersari, Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, ditemukan hari ini.

Dinamisator Jatam Kaltim Merah Johansyah membenarkan, informasi korban tenggelam di bekas lubang tambang batu bara, dikabarkan sejak kemarin, merenggut nyawa siswa SD asal Kukar.

Baca: Ratusan Anak Jadi Korban Terselubung Lubang Tambang

"TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Desa Sumbersari. Masuk Kampung Ledok, Gang Isap SP 1, Sebulu, Kukar. Kejadiannya sejak kemarin, namun jenazah ditemukan tadi pagi. Kami bersama tim menuju lokasi," kata Merah kepada Tribunkaltim.co, Rabu (30/12/2015) siang.

Menurut data Jatam Kaltim, Ratna diduga korban yang tenggelam, menambah daftar panjang korban yang tenggelam di lubang tambang batu bara menjadi 14‎ jiwa yang meninggal.

"Korban itu, menurut info sementara usianya sekarang duduk di kelas 3 SD, bernama Ratna.‎ Ini informasi dari warga setempat," ujarnya. Ia menambahkan, Jatam Kaltim, sudah mengirimkan tim untuk menghimpun data korban dan lokasi kejadian.

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved