Tiga Warga Indonesia Jadi Korban Bom Brussel
Akibat ledakan bom tersebut, ketiganya mengalami luka-luka. Saat ini Ibu dan satu anak perempuannya dalam perawatan intensif di Rumah Sakit setempat.
Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Teror bom di beberapa lokasi di Brussels, Belgia, Selasa (22/3/2016), yang menyebabkan korban tewas maupun luka-luka.
Seperti dirilis The Sun, sebanyak 34 orang dilaporkan tewas dan 198 lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Indonesia pun turun mengecam aksi teror tersebut. Berdasar infomasi yang dirilis Kementerian Luar Negeri yang telah menerima laporan dari Dubes RI Brussel, dilaporkan adanya tiga WNI yang menjadi korban luka akibat bom di Airport.
Para korban adalah seorang Perempuan WNI dan 2 anaknya, yang sedang berada di Bandara Zaventem saat sedang menunggu penerbangan untuk berlibur ke Indonesia.
Akibat ledakan bom tersebut, ketiganya mengalami luka-luka. Saat ini Ibu dan satu anak perempuannya dalam perawatan intensif di ICU Rumah Sakit University Hospital Lauven (UHL).
Sedang satu anak lainnya yang juga luka-luka, juga dirawat di rumah sakit yang sama namun kondisinya lebih stabil.
“Suami dari perempuan tersebut orang Belgia dan tidak berada di airport saat ledakan terjadi. KBRI telah mengunjungi rumah sakit dan bertemu dengan suaminya,” rilis Kemenlu RI, Rabu (23/3/2016).
Dijelaskan, KBRI telah menawarkan bantuan dan dukungan yang diperlukan, dan terus memantau kondisi korban melalui WNI yang menjadi dokter di rumah sakit tersebut.
KBRI di Brussel juga terus melakukan komunikasi dengan komunitas WNI dan Diaspora Indonesia di Belgia dan Luxemburg guna mencari informasi jika ada WNI lainnya yang menjadi korban.
Berdasarkan catatan KBRI Brussels, saat ini terdapat 1.200 WNI di Belgia, dimana sekitar 400 orang WNI berada di daerah Brussels dan terdiri dari mahasiswa dan pekerja profesional.
Indonesia kembali menegaskan bahwa aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan untuk alasan apapun tidak dapat ditoleransi.
Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi radikalisme dan melawan terorisme.
Bagi warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi hotline KBRI Brussel di nomor : +32 478957214 atau +32 478405728
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/teror-bom-di-brussel_20160323_130019.jpg)