Manfaat Menyambung Tali Silaturahmi
Kewajiban mengeratkan silaturrahim itu, juga disandarkan rasa keimanan kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasullullah SAW, beliau bersabd
Penulis: H. Irhamsyah Safari | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID - Anna Rasulallahi shallallahu ‘alaihi wasallama qala: man ahabba an yubsatha lahu fi rizqihi wa yunsa-alahu fi atsarihi fal yashil rahimahu. Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa ingin dilapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia menyambung tali silaturrahim. (HR Bukhari/Nomor 5527)
Ketika menjawab pertayaan, apa resep awet muda dan selalu sehat? Seorang lelaki berusia 60 tahun lebih, Fauransyah mengatakan kesempatan yang diberikan Allah digunakan untuk beribadah dan silaturrahim dengan sesama.
Jika ada kesempatan, misalnya walimah pernikahan atau syukuran keluarga, diutamakan bisa bertemu keluarga dan kawan-kawan di Banjarmasin, akunya yang kini tinggal dan menetap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Setiap bertemu teman dan sanak keluarga, selain berjabatan tangan satu sama lain juga sering berbincang pengalaman dalam menjalani kehidupan. Canda dan tawa pun tidak terelakkan, sehingga membuat suasana jadi ramai.
“Mungkin itu yang menjadi hiburan saya, menyambung silaturrahim apa adanya, sehingga kata orang bisa awet muda dan sehat selalu,” ujar Fauransyah dalam satu kesempatan kumpul-kumpul keluarga di Banjarmasin.
Silaturrahim atau silaturrahmi, berasal dari bahasa Arab terdiri dua kata; shilah dan ar-rahim atau ar-rahmi. Shilah atau shilat, artinya sambungan atau menyambung atau menjalin atau menghubungkan. Sedang ar-rahim atau ar-rahmi dari satu akar kata yang sama, yaitu rahima – yarhamu.
Jika ditelusuri dari akar kata; pertama, rahima – yarhamu – ruhman – wa ruhuman – wa rahmatan – wa rahamatan– marhamatan, artinya kasih sayang. Kedua, rahima – yarhamu – rahman – wa rahaman – wa rahamatan, mempunyai arti rasa sakit pada rahim wanita setelah melahirkan.
Kalimat silaturrahim atau silaturrahmi ini, sangat populer dan masuk dalam bahasa Indonesia, tanpa perlu diterjemahkan lagi. Ini seperti istilah-istilah Islam lainnya, misal salat, zakat, haji, amar ma’ruf nahi munkar dan lain-lain.
Abu Hurairah meriwayatkan hadis qudsi, bahwa Rasullullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk sehingga apabila selesai sebagian mereka, maka tampillah Rahim dan berkata: “Ini adalah tempat orang yang berlindung dari terputusnya hubungan kekeluargaan”
Allah berfirman: “Ya, jadi apakah kamu rela kalau Aku menyambung orang yang menyambungkanmu (mendapat balas kasih dari Allah), dan memutuskan orang yang memutuskanmu (tidak mendapat balas kasih dari Allah)?”
Ia berkata: “Ya” Allah berfirman: “Maka demikianlah untukmu (Allah menyambungkan rahim orang yang menyambungkan rahim dan memutuskan rahim orang yang memutuskan rahim).” (HR Muslim).
Imam Nawawi berkata, bahwa menurut ulama hakikat shilah itu kemesraan dan belas kasihan. Manakala hubungan silaturrahim Allah kepada hamba-hambaNya ialah dengan melimpahkan kemesraan dan belas kasihanNya kepada hambaNya dengan ihsan dan nikmat atau dengan melapangkan dada-dada hambaNya, karena taat kepadaNya.
Kewajiban mengeratkan silaturrahim itu, juga disandarkan rasa keimanan kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasullullah SAW, beliau bersabda: “Dan siapa yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaklah dia mengeratkan kekeluargaan (silaturrahim).” (HR Bukhari)
Bagaimana menghubungkan silaturrahim? Menurut Ibnu Abu Jamrah, hubungan silaturrahim boleh dieratkan dengan memberi harta, memberi bantuan dan pertolongan dalam menyampaikan hajat, menolak kemudharatan, mendoakan, mengeratkan apa yang mampu dari kebajikan dan menolak yang mampu dari keburukan.
Manfaat Silaturrahim:
1. Allah SWT ridha, karena Dia memerintahkan supaya mengeratkan silaturrahim.
2. Membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
3. Para malaikat gembira, karena mereka gembira eratnya silaturrahim itu.
4. Memperoleh pujian yang baik dari orang.
5. Mengisi kesedihan Iblis.
6. Dipanjangkan umur.
7. Menperoleh keberkatan rezeki.
8. Orang yang meninggal dunia mendapat kebahagiaan, karena keturunannya gembira dengan eratnya silaturahim itu.
9. Bertambah kehormatannya.
10. Bertambah pahala setelah matinya, karena orang mendoakan setiap kali disebut kebaikannya. (serambi ummah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/silaturahmi-nih_20151207_111830.jpg)