Mereka Ingin Mati di Medan Perang dalam Keadaan Tetap Cantik
Ahd Mohemed merupakan satu dari beberapa perempuan dari Suku Kurdi yang bergabung dengan tentara Irak untuk memerangi ISIS di sana.
Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
BANJARMASINPOST.CO.ID - "Jika kita mati, kita ingin terlihat cantik.” Niat itu disampaikan Ahd Mohemed, seorang tentara perempuan di Irak.
Ahd Mohemed merupakan satu dari beberapa perempuan dari Suku Kurdi yang bergabung dengan tentara Irak untuk memerangi ISIS di sana.
Karenanya, sebelum turun ke lapangan untuk bertempur, dia tak lupa berdandan, memakai maskara dan lipstik, bahkan mengecat kukunya.
Ahd Mohemed adalah tentara perempuan Irak kini dilatih oleh tentara Inggris, yang turut bertempur membela negaranya di Mosul.

Ahd Mohemed. (DAILYMAIL)
"Aku selalu mengenakan lipstik sebelum aku pergi di garis depan. Ketika kita berjuang, kita ingin terlihat cantik. Jika aku mati, aku ingin mati dalam keadaan cantik,” ujar perempuan berusia 36 tahun ini seperti dilansir Dailymail.
Perempuan yang telah memiliki gelar sarjana hukum tahun lalu itu, menyatakan ikut bergabung dengan tentara Irak untuk memerangi teroris.
"Saya memang membunuh siapa pun. Tapi Insya Allah, pada waktunya pasti melakukan hal itu,” tuturnya.
Ada juga sosok Susan Mohammed Rashid yang baru berusia 16 tahun.
Susan Mohammed Rashid yang tinggal di sebuah kamp pengungsi untuk Suku Kurdi Suriah di Erbil, mengatakan dia bergabung dengan pasukan Irak karena memang memiliki dendam terhadap ISIS.
Pasalnya, pamannya dibunuh pada April tahun lalu di dekat Kota Mosul oleh pasukan ISIS.

Susan Mohammed Rashid. (DAILYMAIL)
Ahd Mohemed dan Susan Mohammed Rashid, serta puluhan perempuan Irak itu kini bergabung dengan tentara dari Batalyon 1, The Rifles, yang memberikan tiga minggu kursus infanteri dasar untuk batalion perempuan dekat garis depan di Erbil, Irak Utara.
"Kami memang mendidik mereka mengenai keterampilan bertempur. Mereka diberi keterampilan infanteri dasar dan hukum konflik bersenjata, perlindungan warga sipil dan mencegah kekerasan seksual,” kata Letnan Kolonel Oz Lane, komandan unit pelatihan.
Perempuanm Irak diakui Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, memang terkenal memiliki keberanian tinggi dalam pertempuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tentara-perempuan-irak_20160326_171306.jpg)