Wow! Waduk Jatibarang Semarang Bakal Dikelilingi Desa Wisata Menarik dan Unik

Keberadaan Waduk Jatibarang, Kota Semarang, berpeluang besar menumbuhkan potensi pariwisata bagi warga sekitarnya

Editor: Ernawati
tribunjateng/sulis/dok
Wisata Perahu di Waduk Jatibarang Kota Semarang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Keberadaan Waduk Jatibarang, Kota Semarang, berpeluang besar menumbuhkan potensi pariwisata bagi warga sekitarnya.

Secara administratif, waduk tersebut berada di empat kelurahan, yakni Kelurahan Kandri dan Jatirejo, keduanya masuk Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Kedungpane dan Jatibarang, keduanya masuk Kecamatan Mijen.

Dari sisi pariwisata, sementara ini baru wilayah Waduk Jatibarang sisi timur yang benar-benar menggeliat.

Secara kebetulan, di sisi timur terdapat objek wisata Gua Kreo dan akses resmi ke Waduk Jatibarang, di Dukuh Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.

Selain itu, terdapat dua desa wisata yang menopang keberadaan Waduk Jatibarang di sisi timur, yakni Desa Wisata Kandri dan Nongkosawit, keduanya masuk wilayah Kecamatan Gunungpati.

Di sisi barat, keberadaan Desa Wisata Jamalsari, yang masuk wilayah Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, berpotensi menghidupkan pariwisata terkait Waduk Jatibarang di sisi barat waduk tersebut.

Sejak dua tahun silam, warga Jamalsari RT 05 RW 02, Kedungpane sudah merintis kawasan destinasi wisata bertajuk Kampoeng Wisata Jamalsari.

Kampoeng Wisata Jamalsari menggunakan lahan seluas 6 hektare tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana ditambah lahan masyarakat Jamalsari.

"Kami sudah mendapatkan izin dari BBWS untuk menggunakan lahan tersebut," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jamalsari, Sumarno, kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Sumarno mengatakan, kampoeng wisata tersebut bisa ditempuh sekitar lima menit dari Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB), Mijen.

Kampoeng wisata tersebut mengandalkan wisata alam dan wisata air di atas waduk.

Selain permainan air di waduk, juga di antaranya ada bumi perkemahan, outbound, homestay, kebun anggrek, pertunjukan seni budaya, wisata kuliner, sanggar batik, dan sanggar kerajinan lampion.

"Saat ini hanya sanggar batik, kerajinan lampion, pembuatan tape, dan pembuatan keripik kulit singkong yang sudah berjalan," kata Sumarno.

Dia mengharapkan, keberadaan Desa Wisata Jamalsari bisa meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakatnya.

"Saat ini kendala berupa dana dan kami masih secara swadaya membangun fasilitas sedikit demi sedikit. Kami terbuka menunggu investor masuk membangun fasilitas," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved