Gara-gara Empat Batang Rokok Nyawa Pemuda Martapura Melayang
Uang milik Asyad buat beli rokok itu dipalaknya. Namun Hasan masih bermurah hati, dia mengganti uang Rp 15 tersebut dengan empat batang rokok.
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berapa nilai nyawa M Asyad (26)? Sangat murah. Warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, ini tewas di tangan Amat Durrah hanya gara-gara uang Rp 15 ribu.
Rencananya uang tersebut untuk membeli sebungkus rokok, yang akan dinikmati Asyad bersama teman-temannya, Minggu (3/4) dini hari.
Asyad, sapaannya, ditusuk seorang lelaki bernama Amat Durrah, warga Desa Garis Hanyar, Kecamatan Cinta Puri, Kabupaten Banjar, Minggu (3/4/2016) dini hari, lantaran tak terima rekannya, Hasan, diajak berkelahi oleh Asyad.
Kejadian bermula ketika Asyad bersama beberapa temannya duduk santai di sebuah warung di pinggir Jalan A Yani Km 71, Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar, Minggu dini hari.
Saat duduk itu muncul ide dari Asyad untuk membeli sebungkus rokok. Karena uang tak cukup, Asyad secara patungan dengan teman-temannya membeli rokok tersebut. Dari hasil patungan, terkumpul uang senilai Rp 15 ribu. Asyad pun meminta seorang temannya pergi ke warung yang ada seberang jalan untuk membeli rokok.
Dalam perjalanan menuju warung, teman Arsyad bertemu Hasan. Uang milik Asyad itu dipalaknya. Namun Hasan masih bermurah hati, dia mengganti uang Rp 15 tersebut dengan empat batang rokok.
Mengetahui uangnya diambil Hasan dan diganti dengan empat batang rokok, Asyad jadi marah. Asyad pun menyambangi Hasan dengan maksud menanyakan duduk persoalannya yang sebenarnya. Namun itikad baik Asyad itu dibalas Hasan dengan kalimat kasar.
Karena masing-masing sudah terbawa emosi, perkelahian dengan tangan kosong pun terjadi. Mereka saling pukul dan saling tendang serta bergerumul di depan sebuah warung pinggir Jalan A Yani Km 71 Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar.
Beruntung, duel satu lawan satu itu diketahui oleh warga. Tanpa ada kesulitan warga berhasil melerai perkelahian Asyad dan Hasan. Keduanya pun kembali berduduk santai di warung yang terletak berseberangan jalan.
Tak berapa lama kemudian suasana kembali memanas. Itu setelah rekan Hasan, bernama Amat Durrah, datang. Dia tidak terima Hasan bertikai dengan Asyad. Amat Durrah pun menyampari Asyad yang masih berduduk santai di warung seberang jalan.
Tanpa banyak bicara, Amat Durrah menyerang Asyad pakai senjata tajam. Teman-teman Asyad sempat berusaha mencegah serangan itu, namun mata senjata tajam tetap mendarat di paha kiri Asyad. Usai melukai Asyad, Amat Durrah melarikan diri.
Oleh teman-temannya, Asyad dilarikan ke IGD Puskemas Sungkai, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar, Senin (4/4) sekitar pukul 03.00 Wita.
"Meski mengalami luka tusuk di bagian paha kirinya, korban masih bisa berbicara. Namun darah atas lukanya tersebut tetap mengucur," terang Kades Sungkai, Rusnan.
Rusnan mengatakan, lantaran pendarahan tak kunjung berhenti, korban kemudian dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar. Tapi nahas, nyawa Asyad rupanya tak tertolongkan. Pria beralamat di Desa Simpang Empat Kabupaten Banjar itu mengembuskan napas terakhirnya Senin (4/4) sekitar pukul 05.00 Wita.
Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Reza ketika dikonfirmasi terkait hal itu dirinya pun tak menampiknya. “Kami pun masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, yang diketahui bernama Durrah. Doakan saja agar tersangka dapat cepat segera diamankan," ujarnya. (gha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-penusukan_20160405_115402.jpg)