Kemendag Dorong Ekspor Produk Manufaktur

Menghadapi MEA, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan strategi substitusi impor untuk meningkatkan ekspor dan memberi nilai tambah produk

Penulis: Sudarti | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghadapi MEA, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan strategi substitusi impor untuk meningkatkan ekspor dan memberi nilai tambah produk dalam negeri.

"Saat ini 65 persen ekspor produk masih mengandalkan komoditas mentah," kata Kadisperindag Kalsel Dra Hj Farida Wariansi ketika membuka acara Koordinasi Pengelolaan Ekspor dan Impor di Daerah Tahun 2016 di Rattan In, Kamis (7/4).

Pemerintah berusaha membalik struktur ekspor dari komoditi primer ke manufaktur, dengan komposisi 35 persen komoditas dan 65 persen manufaktur.

Industri manufaktur diharapkan tumbuh dan fokus pada peningkatan kapasitas produksi untuk meningkatkan ekspor sampai 2019. Makanya industri otomotif didekati, karena berencana ekspor 50.000 sepeda motor ke Filipina. Kemendag juga mendorong sektor mebel untuk menggenjot ekspor, sektor perikanan juga memberikan optimisme terhadap peningkatan ekspor.

Pemerintah juga akan memperkuat produk UKM dengan membina melalui kemasan, sertifikasi halal, pendaftaran merk dan meningkatkan daya saing produk. Selain itu juga memfasilitasinya dalam pameran berskala internasional dengan harapan produknya dikenal secara global.

Farida mengakui, kondisi ekonomi global yang tak menentu berdampak pada penurunan ekspor dan perolehan devisa. Sejak 2013 hingga 2015 ekspor Kalsel menurun karena ekspor batubara yang menjadi primadona mengalami penurunan. Komoditi andalan lainnya yakni kelapa sawit dan karet juga turun.
'

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved