Setelah 1400 Tahun, Sains Temukan Jawaban Mengapa Rasulullah Larang Pria Pakai Emas

Rasulullah SAW telah melarang bagi pria muslim mengenakan perhiasan emas yang menempel di tubuhnya.

banjarmasinpost.co.id/uum
Yasinan bulanan karyawati Banjarmasin Post Group. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rasulullah SAW telah melarang bagi pria muslim mengenakan perhiasan emas yang menempel di tubuhnya.

“Di hadapan para sahabatnya suatu hari Rasulullah mengemukakan larangan itu dan meminta sahabat yang mengenakan emas agar ‘melemparnya’ atau menanggalkannya,” ujar Bidang Humas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Drs H Irham Safari dalam ceramah yasinan bulanan karyawati Banjarmasin Post Group.

Sementara Rasulullah tidak melarang bila yang mengenakan perhiasan emas itu adalah perempuan.

Sesuatu yang dilarang Rasul menurut ustad ini, pastilah bersumber dari perintah Allah SWT dan apa-apa yang berkenaan dengan hukum Allah maka muaranya adalah untuk kebaikan dan keberkahan bagi semesta alam.

Kalau dulu ilmu pengetahuan meragukan larangan Rasulullah bagi pria mengenakan perhiasan emas maka kini setelah 1400 tahun sunah Rasulullah itu ilmu pengetahuan akhirnya menemukan jawaban mengejutkan tentang larangan itu.

“Ternyata perhiasan emas bila menempel di tubuh manusia maka akan mengeluarkan reaksi pada darah yaitu munculnya semacam racun,” ujar Irhamsyah.

Racun itu, menurutnya, seperti hasil penelitian sains, tidak bisa dikeluarkan dari darah pria sedangkan di tubuh manusia racun itu dikeluarkan melalui darah kotor menstruasi bulanan.

“Itulah sebabnya perempuan tidak dilarang namun bagi perempuan yang sudah menopause atau tidak lagi haid diajurkan juga tidak menjadikan perhiasan emas sbagai pakaian sehari-hari,” ujarnya.

Penulis: Umi Sriwahyuni
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved