Pembunuhan di TPA Basirih

Terungkap, Misran Mengubur Sri Eka Wati Saat Masih Dalam Keadaan Pingsan

Rekonstruksi ini berjalan tertib di halaman belakang Mapolsekta Banjarmasin Selatan. Saat rekonstruksi terungkap motif pembunuhan yang dilakukan.

banjarmasinpost.co.id/fadly
Reka ulang kasus pembunuhan Sri Eka Wati di halaman Kantor Polsek Banjarmasin Selatan, Selasa (12/3/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyesalan selalu datang terlambat. Itulah yang kini dirasakan Misran, pelaku pembunuhan terhadap Sri Eka Wati, di sela-sela rekonstruksi yang digelar oleh aparat kepolisian Polsekta Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, Selasa (12/4/2016).

Kasus ini cukup menggemparkan. Pasalnya korban ditemukan terkubur di area persawahan di Jalan Handil Palung, atau dekat TPA Basirih Kota Banjarmasin Selatan, Selasa (1/3/2016) lalu.

Jajaran penyidik, jajaran Polsekta Banjarmasin Selatan menggelar reka ulang kasus pembunuhan Sri tersebut, Selasa (12/3) siang.

Misran sangat tenang mengikuti rekonstruksi itu. Sedikitnya ada 22 adegan yang diperagakan Misran dalam rekonstruksi. Sementara, untuk korban meninggal, Sri diperagakan oleh peran pengganti.

Rekonstruksi ini berjalan tertib di halaman belakang Mapolsekta Banjarmasin Selatan. Saat rekonstruksi berjalan terungkap motif pembunuhan yang dilakukan Misran.

Pembunuhan itu berawal dari pertemuan Misran dan korban. Mereka jumpa di Grand Diskotik, Selasa (1/3) sekitar pukul 03.00 Wita.

Setelah pertemuan itu, Misran mengajak korban ngamar di Hotel Ogi. Sebelum ke hotel, kedua sudah ada kesepakatan tarif booking.

Percekcokan terjadi setelah ngamar di hotel. Karena Misran tak menepati kesepakatan tarif booking. Awalnya Rp 500 ribu, dibayar hanya Rp 300 ribu.

Korban tetap menuntut dan minta ditepati pembayaran. Lalu Misran mengajak korban ke ATM di dekat Hotel Kharisma Banjarmasin.

Sampai di ATM, Misran mengatakan tak ada uang di rekeningnya. Lalu Misran mengajak korban ke dekat TPA Basirih untuk mendatangi rumah temannya. Misran bermaksud menagih utang.

Setelah menagih utang, Misran sempat bersantai di area dekat TPA sambil menyulut rokok. Korban minta segera diantar pulang, tapi tidak ditanggapi Misran. Korban emosi dan memukul kepala Misran.

Pukulan itu membuat Misran marah. Misran pun melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tak sadarkan diri. Kemudian Misran mengubur korban di lumpur. Setelah itu Misran pergi meninggalkan korban.

Tak berapa lama warga setempat menemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, AKP Purbo Raharjo, mengatakan rekonstruksi itu untuk memperjelas dan melengkapi laporan penyidik.

"Dari rekonstruksi ini, bisa dilihat kronologi jelas kejadian," kata Purbo, yang baru menjabat sebagai Kapolsekta Banjarmasin Selatan ini. (ady)

Sumber: Metro Banjar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved