Husin Naparin Pimpin MUI Kalsel

Husin Naparin bersama dewan pimpinan MUI Kalsel akan melengkapi anggota-anggota komisi paling lambat satu bulan setelah ditetapkan oleh tim formatur.

Penulis: H. Irhamsyah Safari | Editor: Elpianur Achmad
ppsushuluddin
Husin Naparin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Akhirnya Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX Majleis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel selesai dengan ditandai penetapan KH Husin Naparin sebagai Ketua Umum MUI Kalsel masa khidmat 2016-2012. Penetapan Husin Naparin sebagai ketua itu dalam musyawarah mufakat tim formatur, Minggu (17/4/2016) pagi.

Sedangkan posisi Wakil Ketua Umum dipercayakan kepada Prof HA Hafiz Anshary Az, Sekretaris Umum HM Fadhly Mansoer dan Bendahara Umum HG (P) Rusdi Effendi AR dan dilengkapi 11 orang ketua bidang, masing-masing tiga orang sekretaris dan bendahara.

Untuk psosisi Dewan Pertimbangan dijabat Prof H Kamrani Buseri sebagai ketua, dan wakil ketua Prof HA Fahmi Arief serta lima orang anggota masing-masing Prof HM Kustan Nasri, Prof HM Yuseran Salman, Prof H Syaifuddin Sabda, H Tajuddin Noor dan Saifuddin.

Dalam menakhodai MUI Kalsel lima tahun ke depan, Husin Naparin bersama dewan pimpinan MUI Kalsel akan melengkapi anggota-anggota komisi paling lambat satu bulan setelah ditetapkan oleh tim formatur pada Musda IX MUI Kalsel 2016 ini.

Ketika mengawali sambutan, Husin Naparin mengajak dewan pimpinan MUI Kalsel masa khidmat 2016-2021 melaksanakan kesepakatan yang ditetapkan, terutama rencana strategis lima tahun ke depan sesuai amanat Musda IX 2016 dan responsif terhadap masalah-masalah keumatan.

Sebelumnya, ketua pelaksana Musda IX MUI Kalsel, HG (P) Rusdi Effendi melaporkan bahwa kegiatan berjalan sesuai jadwal dan rapat demi rapat hingga sidang pleno dan penetapan tim formatur membuahkan kesepakatan maksimal.

Semua peserta, baik jajaran MUI provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam dan pondok pesantren serta kepala kantor kementerian agama se-Kalsel berkontribusi atas penelaahan kembali rencana strategis lima tahun ke depan.

Bahkan yang cukup menggembirakan, lanjut Rusdi, persidangan demi persidangan bisa dilewati secara mulus tanpa adanya gesekan, dan nyaris tidak ada protes atau intrupsi yang menimbulkan pertentangan dalam membahas setiap materi musda.

Semua berharap, organisasi bagi para ulama, zuama dan cendekiawan muslim ini, lebih baik dan dinamis serta produktif dalam menyuhuti persoalan umat di Kalsel. (ham)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved