Setahun Sudah Balik Modal, Waralaba Ini Sudah Punya 42 Gerai di Kalsel
Ada syaratnya supaya franchise yang ditawarkan diminati, antara lain usaha yang ditawarkan menarik serta diyakini memberikan keuntungan besar.
Penulis: Sudarti | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Agar bisnis semakin menggurita, salah satu cara yang kerap ditempuh pengusaha adalah dengan menawarkan franchise atau waralaba. Dengan cara ini, pembukaan cabang baru akan semakin enteng karena modal ditanggung para investor yang berminat bekerja sama.
Tapi tentu ada syaratnya supaya franchise yang ditawarkan diminati, antara lain usaha yang ditawarkan menarik serta diyakini memberikan keuntungan besar atau dalam waktu tidak lama.
Ternyata tidak hanya pengusaha tingkat nasional saja yang memiliki bisnis franchise cemerlang. Pelaku usaha lokal juga ada yang sukses, salah satunya Agus Triono, dengan brand usaha Kumala Laundry. Salah satu yang membuat usaha laundry-nya diminati karena iming-iming balik modal hanya dalam tempo 12 bulan atau satu tahun.
Kumala Laundry saat ini telah memiliki 42 gerai tersebar di berbagai tempat, baik di Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, bahkan ada cabang di Surabaya. Dalam waktu dekat ini juga akan buka di tiga tempat, yakni Marabahan, Amuntai dan Kapuas.
"Ini membuktikan waralaba lokal mulai diperhitungkan. Dengan kata lain, tak menutup kemungkinan pelaku usaha lokal di Kalsel juga bisa mewaralabakan usahanya," kata Agus belum lama ini.
Sebagai pengusaha, Agus memang cukup jeli melihat peluang. Menurut dia, gaya hidup masyarakat saat ini menyukai hal-hal yang praktis, apalagi dalam urusan mencuci. Jadi bisnis laundry sangat dibutuhkan.
Memang persaingan ketat karena banyak bermunculan bisnis serupa. Sebagai pembeda, pihaknya tak sekadar menjual hak franchise, tapi juga konsultasi, bahkan pihaknya juga siap membantu dalam penyediaan berbagai macam perlengkapan untuk keperluan usaha laundry yang dijalankan. Mulai parfum, deterjen, pewangi bahkan peralatan pengeringnya.
Jasa laundry yang dilayaninya bukan hanya pakaian, tetapi juga cover bed, karpet, springbed hingga sofa. Diversifikasi layanan yang ditawarkan itu dibarengi dengan layanan jemput antar barang
Untuk membuka franchise Kumala Laudnry, menurut Agus membayar biaya Rp 115 juta. “Sistem Franchise tetap kita awasi kualitasnya, ada SOP-nya. Kontrak waktu kita berlakukan kepada semua gerai kita. Untuk kontak franchise kita 5 tahun,” sebutnya.
Agus berharap agar waralaba lokal terus berkembang, sektor perbankan bisa membantu dari sisi permodalan bagi masyarakat yang berminat berinvestasi di waralaba. Karena, selain lebih jelas marginnya, bisnis waralaba juga semakin populer.
Dia pun mengaku terdorong mewaralabakan bisnisnya selain meningkatkan pendapatan pribadi, juga memberikan kesempatan bagi orang lain untuk ikut maju dengan mengembangkan bisnisnya. Kini, usaha yang dibangunnya sejak 9 tahun yang lalu itu mampu memberikan lapangan kerja bagi sekitar 300 orang.
Selain waralaba, kiat pengusaha untuk membesarkan bisnisnya bisa juga dengan menggandeng kerabat untuk membuka cabang yang sama. Seperti dilakukan owner Rumah Makan Fauzan, salah satu rumah makan favorit masyarakat Banjarmasin maupun para wisatawan yang ingin menikmati masakan khas Banjar.
Rumah makan yang dikelola oleh H Fauzan itu menyediakan masakan Banjar dengan menu andalannya aneka ikan bakar, baik ikan laut maupun ikan sungai. RM Fauzan sampai saat ini telah memiliki lima cabang, tiga di Banjarmasin dan dua lainnya di Martapura Kabupaten Banjar.
"Saya mengelola tiga cabang, salah satunya di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, sedang dua rumah makan lainnya keluarga yang mengelolanya," kata Fauzan.
Fauzan mengaku usaha kuliner yang dikelolanya semakin berkembang, buktinya sudah ada lima cabang. RM Fauzan di Jalan Sultan Adam saja setiap hari rata-rata menghabiskan ikan 100 kilogram.
Untuk bahan baku ikan sungai tak masalah, pasokan lancar. Namun yang agak repot itu pengadaan ikan laut, karena pasokannya tergantung musim. Ditanya tentang rencana ke depan, Fauzan mengaku akan membuka cabang lagi di Banjarmasin.
"Sekarang masih mencari tempat yang cocok untuk membuka usaha itu," katanya. (drt)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/setrika-uap_20160418_140353.jpg)