NEWSVIDEO

Dishut Kalteng Telisik 25 Ribu Batang Kayu Log di DAS Barito

Ditemukannya ribuan potong kayu log di DAS Barito oleh tim Korem 102/Pajupanjung Kalteng saat turun kelapangan tanggal 13 April 2016 yang lalu, untuk

BANJARMASINPOST.CO.OD, PALANGKARAYA - Ditemukannya ribuan potong kayu log di DAS Barito oleh tim Korem 102/Pajupanjung Kalteng saat turun kelapangan tanggal 13 April 2016 yang lalu, untuk memantau di DAS Barito, dan menemukan sebanyak 5.000 batang kayu log di Kecamatan Lahei Barito Utara, yang dibiarkan dipinggiran sungai tanpa ada pemiliknya, yang diduga ilegal.‎

Berlanjut kembali menelusuri informasi warga, masih ada pergerakan kayu log di Teluk Mati, Barito Utara. Namun, setelah dilakukan pemantauan ke lokasi ternyata kayu sudah tidak ada dan dikabarkan sudah bergerak ke lokasi lain.

Sehingga pengembangan informasi warga, kemudian dikejar dengan menyusuri DAS Barito dan anak sungainya hinga ke Sungai Montalat, Barut.

Pada dua titik itu masing-masing terdapat, 10 ribu kayu log juga tak bertuan, sehingga jumlahnya jika ditotal mencapai 25 ribu potong kayu log dengan kayu temuan pertama yang dibiarkan mengapung di DAS Barito.

Tidak habis hanya sampai d situ, pihaknya pun meminta polisi dan TNI serta instansi lainnya, untuk melakukan penertiban gabungan untuk menyusuri sungai barito dan anak sungainya.

Kemudian, Kepolisian Polres Barito Selatan (Barsel), Kodim 1012/Buntok dan Dinas kehutanan kembali, menemukan sebanyak, 2.750 potong kayu kebun tak bertuan di Desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara, Minggu (17/4/2016).‎

Belakangan ada dua orang warga yang mengaku sebagai pemilik kayu khususnya kayu temuan TNI sebenyak 25 ribu potong. Komandan Korem 102/Panjupanjung Kolonel arh Purwo Sudaryanto pun tak tinggal diam.

Karena dia yakin penebangan ribuan kayu log jenis kayu kebun dan sebagian kayu meranti tersebut tak sesuai prosedur sehingga meminta Dinas Kehutanan untuk membantu melakukan pengecekan fisik dan dokumen kayu.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, menindaklanjutinya dengan Jumat (22/4/2016) mengundang instansi terkait di kehutanan untuk menindaklanjuti sutat dari Komandan Korem 102/Panjupanjung, Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, tersebut dan akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti hasil temuan kayu di DAS Barito tepatnya di perairan Kabupaten Barito Utara, Kalteng.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Sipet Hermanto, dalam suratnya Komandan Korem meminta agar Dishut turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran, terhadap sejumlah fisik kayu bulat sebanyak 25 ribu potong di DAS Barito.

Dikatakan Sipet, Korem akan turun ke TKP dengan di bekap oleh Dinas Kehutanan dalam melakukan pengukuran dan pengujian serta pengelompokan jenis kayu temuan korem tersebut.

"Kami sudah bentuk tim terpadu, untuk menindaklanjutinya, karena ada orang yang mengaku sebagai pemilik kayu dan menunjukkan dokumen terkait kepemilikan kayu tersebut, sehingga kami akan melakukan pemeriksaan fisik kayu dan dokumen apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak." ujar Sipet.

Karena sebut dia. informasi yang didapat dokumen kayu kebun yang disebut ada pemiliknya tersebut sudah kedaluwarsa.

"Kami akan periksa fisiknya apakah benar kayu kebun dan dari mana asal kayu tersebut.Jika berasal dari kayu hutan bukan tumbuh di lahan masyarakat tentu artinya kayu itu ilegal. (Banjarmasin Post / Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved