Pelayanan Data Kependudukan Diserbu Warga Jilatan Alur

Warga yang menyerbu itu diantaranya ingin memperbaharui identitas di kartu keluarga (KK) karena bertambah anak, mendapatkan akta kelahiran

Pelayanan Data Kependudukan Diserbu Warga Jilatan Alur
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Pelayanan data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanahlaut diserbu warga Desa Jilatan Alur, Kecamatan Batuampar, Tanahlaut, Jumat (29/4/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelayanan data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanahlaut diserbu warga Desa Jilatan Alur, Kecamatan Batuampar, Tanahlaut, Jumat (29/4/2016).

Warga yang menyerbu itu diantaranya ingin memperbaharui identitas di kartu keluarga (KK) karena bertambah anak, mendapatkan akta kelahiran anaknya dan perekaman kartu tanda penduduk (KTP).

Desa Jilatan Alur ketepatan menjadi sasaran program Pemerintah Kabupaten Tanahlaut bertema, "Bakunjang Tamui Warga" itu dilaksanakan setiap bulan sekali di setiap wilayah Kecamatan di desa tertentu.

Berbagai bagai pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, seperti kependudukan, kesehatan, teknologi tepat guna pertanian atau perkebunan, hiburan dan kegiatan olahraga tumpah ruah di desa yang ditunjuk pihak Kecamatan Batuampar sebagai tuan rumahnya.

Acara itu merupakan program lanjutan temu muka warga dengan para pejabat utama di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanahlaut kala di era Bupati Adriansyah dikenal dengan nama "Manunggal Tuntungpandang".

Wakil Bupati Tanahlaut Sukamta yang membuka kegiatan tersebut dan Jumat malamnya diisi dengan sarasehan atau dialog pembangunan yang dihadiri Bupati Tanahlaut Bambang Alamsyah dan sejumlah kepala dinasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan acara ceramah berkaitan dengan Isra Miraj masih berlangsung di masjid jami Desa Jilatan Alur.

Kepala Desa Jilatan Alur, Imam Tauhid senang karena desanya ditunjuk sebagai tuan rumah dan warganya semakin senang karena pelayanan kependudukan dan permohonan perpanjangan SIM kendaraan bisa langsung di Balai Desa Jilatan Alur.

"Kalau ke Kabupaten jaraknya dari desa kami 30 kilometer. Urusan di Kabupaten belum tentu selesai satu hari. Tambah ongkos makan san minumnya," katanya tertawa.

Imam mengaku meyampaikan aspirasi warganya yang sedikit sangat kecewa karena pasar murah yang akan dilaksanakan pemerintah kabupaten tak jadi hanya karena gara-gara sopir mobil pengangkut barangnya tak ada.

"Ini alasan yang aneh dan tak masuk akal. Wong pasar murah ini yang ditunggu-tunggu warga kami. Padahal, warga sudah menabung ingin berbelanja barang murah karena kabarnya Alfamart dan Indofoot serta UKM lainnya ikut serta," katanya sambil menempuk jidatnya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved