Situs Umpa di Pengaron, Bukti Pecahnya Perang Banjar 157 Tahun Silam
Penelitian yang semula mereka lakukan selama 20 hari belakangan itu menemukan situs bekas material bangunan Belanda, terlihat sudah ditimbun kembali
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berakhir sudah penelitian yang dilakukan oleh tim Balai Arkeologi (Balar) Banjarmasin di Desa Benteng Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Kalsel, Sabtu (30/4) sore.
Penelitian yang semula mereka lakukan selama 20 hari belakangan itu menemukan situs bekas material bangunan Belanda, terlihat sudah ditimbun kembali ke dalam tanah.
Namun siapa sangka, penemuan situs berupa Umpa atau sebuah penyangga bangunan asrama tentara Belanda di Desa Benteng Kecamatan Pengaron rupanya seiring momentum pecahnya perang Banjar yang bertepatan 28 April 1859 silam.
Menurut Ketua Tim Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin, Nugroho mengatakan tentu hal itupun sekiranya dapat menyegarkan kembali ingatan perjuangan pejuang Banjar semasa penjajahan kolonial Belanda.
Sehingga menumbuhkan rasa patrotisme pemuda dan pemudi saat ini dalam memberikan hal positif terhadap Kalsel dan Indonesia pada umumnya.
"Sudah seharusnya kami sebagai Balai Arkeologi menguak segala situs cagar budaya seperti ini. Tentu agar menumbuhkan semangat dan jiwa patrotisme terhadap para pejuang zaman dulu terutama pejuang Banjar, " terang Nugroho kepada BPost Online.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/penelitian-situs-umpa-pengaron_20160430_212839.jpg)