Jelang UNBK, SMPN 4 Paringin Pasang Penangkal Petir
Adapun pembenahan utama yang dilakukan pihak sekolah adalah jaringan, terkait kesiapan perangkat seperi komputer sudah mencukupi sebelummya.
Penulis: Elhami | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMP tinggal menghitung hari, hingga saat ini persiapan terus dilakukan oleh sekolah dan Dinas Pendidikan agar pada saat pelaksanaannya nanti lancar dan terkendali.
Selain ujian berbasis kerja, tak terkecuali juga ujian berbasis komputer atau UNBK, untuk Kabupaten Balangan, SMP yang berani melaksanakan UNBK hanya satu sekolah yakni SMPN 4 Paringin.
Sebagai satu-satunya sekolah yang melaksanakan UNBK tingkat SMP di tahun ini, tentu saja berbagai persiapan telah dilakukan, terutama jaringan, perangkat dan kekuatan listrik.
Rafiul Amal Kepala SMPN 4 Paringin menceritakan awalnya pihak provinsi dibantuk oleh Disdik Balangan datang kesekolah untuk melihat, setelah itu ditawari untuk melaksnakan UNBK di tahun ini.
"Waktu itu hanya terpikir saat ditawari, bahwa ini adalah kesempatan dan moment yang tepat dan baik untuk melaksanakan UNBK," katanya.
Satu hal yang menjadi landasan kuat SMPN 4 Paringin untuk menerima ujian berbasis komputer adalah dengan UNBK tingkat kecurangan tidak akan terjadi, sistem ini sangat baik untuk anak didik.
"Kita sudah maklumi bersama, biasanya setiap mendekati ujian selalu saja ada beredar SMS gelap yang mengatasnamakan kunci jawaban, ini yang membuat sekolah risih, dengan UNBK itu tak akan tak ada lagi," jelasnya.
Menerima tawaran untuk melaksanakan UNBK pun tak serta merta dari pihak sekolah saja, sebelumnya pihak sekolah juga melakukan kordinasi dan sharing dengan siswa dan orang tua.
"Hasilnya mereka mendukung penuh SMPN 4 Paringin melaksanakan UNBK, inii juga yang menjadi motivasi kami untuk mempersiapkan segalanya," ujarnya.
Adapun pembenahan utama yang dilakukan pihak sekolah adalah jaringan, terkait kesiapan perangkat seperi komputer sudah mencukupi sebelummya.
"Kurang lebih setengah bulan kami mempersiapkan segalanya terutama jaringan, seperti penangkap sinyal, sebelum UNBK tak aktif sekarang kami aktifkan lagi," ungkapnya.
Bahkan untuk menjaga jaringan, tak cukup hanya mengganti penangkap sinyal saja, pihak sekolah juga memasang penangkal petir agar perangkat penangkap sinyal tidak terkedala petir.
"Soalnya kami pernah mengalami di tembak petir pada bulan Februari lalu, akibatnya satu komputer rusak, nah untuk menghindari itu kami sudah memasang penangkal petir," jelasnya.
Masih disebutkannya, penangkal petir tersebut berupa besi tebal yang dipasang diujung tower dengan ketinggian 30 meter, sementara alat penangkap sinyal dipasang di ketinggian 26 meter.
"Jadi bila ada petir, yang kena besi ujung tersebut tidak lagi ke perangkat lagi," ungkapnya.
Sementara itu terkait listrik pihak sekolah sudah menyiapkan jauh-jauh hari, ditambah dengan adanya petugas dari PLN yang akan stanby saat pelaksanaan ujian.
"Secara keseluruhan sudah mantap persiapannya, kami hanya khawatir jaringan saja, tapi dengan dipasangnya penangkal tersebut insya allah jaringan aman," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/penangkal-petir_20160502_102613.jpg)