Krisis Obat di Barabai, Kadinkes Minta Bantuan Banjarmasin

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkes HST, Sadilah menjelaskan, obat-obatan yang terbakar tersebut baru saja dibeli.

Krisis Obat di Barabai, Kadinkes Minta Bantuan Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kantor Dinas Kesehatan HST tinggal puing menyebabkan obat-obatan yang baru dibeli rusak akibat terbakar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BARABAI - Krisis obat-obatan kini dialami Dinkes Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Penyebabnya, gudang farmasi di Jalan Surapati, belakang kampus Akademi Keperawatan (Akper) Murakata, Kota Barabai, hangus dalam peristiwa kebakaran, Minggu (1/5) sekitar pukul 00.30 Wita. Obat-obatan yang terbakar tersebut merupakan stok untuk memasok seluruh Puskesmas Se-HST.

Pantauan di lokasi, semua kardus obat-obatan yang ditaruh di bangunam yang terbakar, jadi abu. Sebagian lagi, obat di dalam kemasan kardus yang tersimpan di ruang sebelahanya, masih utuh.

Gudang Farmasi Obat milik Dinkses secara fisik dari luar tidak terbakar. Karena, konstruksinya beton. Namun barang di dalamnya, berupa obat-obatan, peralatan kantor dan barang elektonik termasuk AC, semua ludes. Sedangkan bagian fisik bangunan yang terbakar, terdiri dari atap dan plafon.

Namun pihak Dinkes menyatakan, obat yang masih utuh tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), apakah masih layak pakai.

Pertimbangannya, selain terkena suhu tinggi akibat kobaran api, juga terkena air saat para relawan pemadam kebakaran melakukan penyemprotan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkes HST, Sadilah, menjelaskan, obat-obatan yang terbakar tersebut baru saja dibeli Dinkes dari perusanaan farmasi.

“Barangnya baru datang Sabtu (30/4) kemarin. Untungnya baru dikirim sekitar 60 persen oleh perusahaan farmasi. Jadi masih ada sekitar 40 persen lagi. Kami sudah menghubungi perusahaan farmasi agar memprioritaskan mengirim obat-obatan sisa pesanan karena kondisinya mendesak,” kata Sa’dilah.

Upaya yang sudah dilakukan dengan segera adalah meminta bantuan Pemrov Kalsel supaya persediaan obat di gudang tak sampai kosong dalam waktu lama.

“Pemprov siap membantu memasok obat yang kami perlukan. Senin besok (hari ini) kami urus administrasinya. Pemerintah kabupaten dan kota se-Kalsel juga kami mintai bantuan. Mereka menyatakan siap membantu meminjami, jika ada stok berlebih,” susulnya, didampingi
didampingi Seksi Pengawas Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan, Rafiah Rahimi.

Ia juga memastikan, untuk persediaan obat Senin (2/5) ini, di puskesmas-puskesmas kemungkinan masing-masing masih tersedia. “Tapi beberapa hari ked epan, kami harus segera antisipasi. Alhamdulillah, Pemprov Kalsel punya stok yang cukup, danmenyatakan segera mengirimnya,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved