Setop Operasional di Batulicin, PT MAM Bawa 100 Karyawan ke Kalteng

Perusahaan PT Mitra Abadi Mahakam yang bergerak di bidang angkutan pertambangan batu bara akhirnya tutup di Kabupaten Tanahbumbu, Kalsel.

Tayang:
Penulis: Man Hidayat | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hasby
Aktifitas truk batu bara melintasi jalan negara di kawasan Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST, BATULICIN - Perusahaan PT Mitra Abadi Mahakam yang bergerak di bidang angkutan pertambangan akhirnya tutup di Kabupaten Tanahbumbu, Kalsel.

Tepatnya pada 26 April lalu, perusahaan ini tutup karena kontrak kerja sama dengan PT Cipta Kridatama sebagai subkonnya berakhir dan tidak diperpanjang lagi. Perusahaan yang bergerak sebagai angkutan pertambangan di Angsana itu pun akhirnya tutup.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Tanahbumbu, Kadri Mandar. Perusahaan tersebut sudah dinyatakan tutup.

"Per 26 April lalu sudah tutup. Karena resmi kontrak kerjanya dengan PT Cipta Karya tidak diperpanjang lagi," ujar Kadri, kemarin.

Sementara karyawannya yang berjumlah 170 orang itu kabar pertamanya hendak dibawa ke Kalimantan Tengah. Namun informasi dari manajemen perusahannya hanya ada 100 karyawan yang akan dipindahkan ke Kalteng.

"Informasinya baru sekitar 100 orang lebih yang siap mutasi. Sisanya masih menunggu kesediaan karyawannya dari jumlah total sebanyak 170 orang. Itu info sementara yang kami dapat," ujarnya.

Terpisah, Human Research Developmen PT MAM, Mujib, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan. Penutupan perusahaan tersebut di Kabupaten Tanahbumbu dengan alasan tidak diperpanjangnya lagi kontrak kerja sama.

"Iya, memang benar tutup. Rencananya, karyawan kami bawa ke Kalteng semua karena di sana ada perusahaan kami," ujarnya.

Namun dia tidak menyebutkan pasti jumlah karyawan yang akan dibawa. Karena menurutnya, sebagian karyawannya ada yang diambil alih oleh perusahaan PT Cipta Karya untuk bekerja di perusahaan tersebut. "Sekitar 100an karyawan kami bawa ke Kalteng," imbuhnya.

Namun saat ditanya berapa jumlah pastinya dan adakah yang di PHK, dia hanya menjawab singkat. "Maaf, jaringan kurang baik," ucapnya yang kemudian telepon selulernya mati dan pesan singkat pun tidak direspons.

Sebelumnya, Disnakertransos Tanahbumbu merlisi, per 13 April lalu ada enam perusahaan yang terpaksa menerapkan PHK. Pada 2015 sebanyak 1.100 karyawan yang kena PHK. Tahun ini hingga 13 April sudah mencapai 864 orang yang kena PHK.

"Peningkatannya di luar dugaan. Padahal ini baru April, tapi jumlahnya sudah sangat banyak sekali. Hampir sekitar 80 persen perbandingannya dengan tahun sebelumnya," ujar Kadri Mandar, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja di Kantor Disnakertransos Tanahbumbu, pertengahan bulan lalu. (hid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved