Waw, Istri Ibnu Sina Ternyata Punya Usaha Lampit Online dan Kamar Kos
Setelah dinilai cukup, petugas memberikan stiker sebagai tanda kalau rumah itu sudah disensus. Kebetukan wali kota yang menempelkan stiker tersebut.
Penulis: Murhan | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekitar 10 orang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin mendatangi rumah dinas Wali Kota Banjarmasin di Kompleks Dharma Praja, Jalan A Yani Km 5, Rabu (4/5/2016).
Saat itu, mereka menggunakan seragam hitam dan oranye. Sayangnya, saat mereka datang, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan istrinya, Siti Wasilah belum datang.
Namun, tidak terlalu lama menunggu, Ibnu dan istri datang setelah dari Bandara Syamsuddin Noor, mereka istirahat sebentar. Mereka baru datang dari Surabaya, Jawa Timur untuk penandatangan MoU Pemko Banjarmasin dengan PT Pelindo III.
Petugas dari BPS Kota Banjarmasin dipimpin kepalanya, Rismanto. Kedatangan mereka untuk melaksanakan sensus ekonomi 2016. Seorang petugas sensus lalu menanyakan sejumlah hal. Mulai dari usaha keluarga selain jadi wali kota. Rupanya, usaha lebih banyak dilakoni sang istri.
Siti Wasilah mengungkap punya kos-kosan. "Cuma dua kamar saja. Itu untuk mahasiswa," kata Wasilah menjawab pertanyaan petugas BPS.
Dia juga mengaku ada bisnis lampit (tikar tradisional) secara online. "Saya juga punya praktik dokter, tapi di rumah pribadi, perlu didata juga ya," kata perempuan yang sedang menjalani pendidikan S3 ini.
Sekitar setengah jam sensus itu dilakukan. Setelah dinilai cukup, petugas memberikan stiker sebagai tanda kalau rumah itu sudah disensus. Kebetukan wali kota yang menempelkan stiker tersebut.
Pada stiker itu, rumah dinas yang ditempati sejak sepekan lalu itu diberi nomor 042B.
Ibnu mengaku sensus ini wajib dilakukan. Menurut dia, wali kota juga punya kewajiban yag sama untuk disensus. Apalagi pada 1 Mei 2016 lalu, Wakil Wali Kota, Hermansyah ternyata sudah lebih dahulu disensus.
Dia sudah menyampaikan dengan jujur apa yang tanya oleh petugas tentang ekonomi. Dia berharap, semua warga juga mengikuti sensus ini dengan jujur. Dengan sensus ini, manfaatnya banyak terutana dalam menentukan kebijakan pemerintah dalam hal ekonomi. Ini jadi bahan acuannya.
Kepala BPS Kota Banjarmasin, Rismanto mengatakan, sensus ekonomi dilaksanakan pada 1 sampai 31 Mei 2016. Namun bisa saja lebih agar semua tersensus. Sensus dilakukan untuk semua bidang usaha, kecuali pertanian. "Untuk bidang pertanian sudah ada sensus pertanian pada 2013 lalu," katanya.
Dalam sensus, ditanyakan soal nama perusahaan atau usaha, alamatnya, jenis usaha, jumlah tenaga kerja, pendapatan dan pengeluaran. "Juga menggunakan internet atau tidak, ada penelitian pengembangan usaha atau tidak, apakah ada fasilitas online atau tidak," jelasnya.
Diperkirakan, ada sekitar 180 ribu rumah yang didatangi sekitar 150 petugas di Banjarmasin untuk sensus yang dilakukan tiap 10 tahun sekali ini. Manfaat sensus sendiri bisa dirasakan oleh berbagai pihak. Kondisi ekonomi di Indonesia khususnya Banjarmasin dapat dilihat dari hasil sensus. (ire)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sensus-ekonomi_20160506_165936.jpg)