Di Scarlet Agency Ada Kelas Reguler dan Privat Lho!
Tujuan dirinya membikin wadah ini adalah mengembangkan bakat anak muda dan anak kecil yang bertalenta.
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alunan musik berirama nge-beat terdengar penuh di salah satu pusat perbelanjaan Banjarmasin, pekan lalu.
Beberapa dancer wanita muda tampil dengan energik mengikuti alunan musik. Gerakan mereka yang terkadang cepat, namun sesekali pelan sungguh membuat decak kagum para penonton,
Tak salah jika diujung lagu tepuk tangan riuh terfdengar dari para penonton yang memadati areal tempat show tersebut.
Kehebohan pun terlihat kala model baik anak-anak hingga remaja berlengang lenggok di catwalk memperragakan busana dengan aktraktif.
Ya, secara keseluruhan baik dance, fashion show tersebut diperagakan anak-anak Banua itu tak kalah dengan acara dari luar Banua dan ternyata mereka adalah remaja-remaja yang penuh passion tersebut berasal dari anak-anak sanggar Scarlet Modelling Agency.
Siapa sangka sanggar ini telah berdiri sejak 2002 lalu ini merupakan ide dari seorang pemuda bernama Agus Supian yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STIKIP) PGRI jurusan Pendidikan Seni Tari.
Agus Scarlet panggilannya, menuturkan sanggar yang dibangunnya tak terasa sudah berusia 14 tahun,
"Berdiri sejak 2002 lalu, ya sebelum aku menempuh pendidikan, awalnya senang dance, tari hingga muncul ide untuk bikin wadah," ucap Agus yang juga atlet PON Kalsel dalam cabang Dancesport ini.
Tak terasa menurutnya 14 tahun sudah dirinya mencoba 'share' ilmu kepada para remaja. Tujuan dirinya membikin wadah ini adalah mengembangkan bakat anak muda dan anak kecil yang bertalenta.
Apalagi dirinya senang atau hobi menari dan dancer sehingga ia senang 'membagi'pemgetahuannya kepada para remaja dan anak-anak yang ingin mengembangkan bakat mereka.
Menurutnya banyak asam garam yang ia lewati dalam menciptakan sanggar ini. Terlebih dirinya tak mempunyai modal besar sehingga dirinya bisa dikatakan merintis dari bawah,
"Seni memang bisa menghasilkan pendapatan. Tapi aku lebih banyak memikirkan hobi saja. Apalagi aku ingin dan punya niat dari awal tulus mau mengembangkan bakat seni anak Banua," jelasnya.
Agus pun mengaku untuk sistem pengajaran yang ia lakukan di sanggarnya di Jalan Dahlia 2, Kebun Sayur samping Bhanoa Futsal ada sistem reguler dan privat.
"Alhamdullillah saat ini murid reguler sanggar sebanyak 100 orang dan murid privat class 75 orang," paparnya.
Untuk kelas reguler pengajarannya seminggu dua kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/agus-scarlet-bersama-dancer-dari-sanggar-scarlet-modelling-agency-yang-dibinanya_20160507_121346.jpg)