Dermaga Paminggir Sepi, Kapal Tambat 'Ogah' Bayar Retribusi

Namun sayang, fasilitas itu belum difungsikan dengan maksimal sehingga belum memberikan kontribusi bagi daerah.

Dermaga Paminggir Sepi, Kapal Tambat 'Ogah' Bayar Retribusi
banjarmasinpost.co.id/reni
Suasana Dermaga Paminggir, HSU, masih sering kosong karena tidak setiap hari ada kapal yang tambat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Berbagai fasilitas dimiliki Dermaga Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, seperti  kantor untuk pembayaran retribusi, rumah untuk pengelola, pos jaga serta tepian dermaga yang luas.

Namun sayang, fasilitas itu belum difungsikan dengan maksimal sehingga belum memberikan kontribusi bagi daerah.

Suhaimi, pengelola dermaga mengaku dalam seminggu hanya ada sekitar tujuh kapal kecil yang berlabuh, kapal yang datang tidak semua bersedia membayar retribusi karena masih dalam tahap sosialisasi.

Kapal yang tambat biasanya hanya untuk istirahat sejenak atau mengantar penumpang.

"Masih belum banyak yang singgah, retribusi juga belum bisa diberlakukan dengan tegas, kami upayakan secara persuasif terlebih dulu," ungkapnya.

Pembangunan dermaga paminggir yang dibangun oleh pemerintah pusat sejak 2013 ini rencananya untuk pemberhentian kapal besar dari berbagai tujuan seperti Banjarmasin, Kapuas dan Palangkaraya.

Namun seiring pesatnya pembangunan jalan darat yang menghubungkan antara Dermaga dengan Kecamatan Danau Panggang, jalur ini sepi kdua daerah itu belum terhubung sehingga belum bisa dimanfaatkan banyak orang.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved