Hore, Ada Jembatan Darurat, Warga Dusun Riampinang Tak Terisolasi
Warga Dusun Riampinang RT 23 Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalsel, senang dan gembira.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Dusun Riampinang RT 23 Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalsel, senang dan gembira.
Itu karena mereka tak lagi terisolasi pascajembatan utama di dusun itu putus diterjang banjir kiriman air dari kaki pengunungan Taman Hutan Raya Sultan Adam.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanahlaut membuatkan jembatan darurat berbahan bambu. Itu dibuat agar kendaraan roda dua bisa melintas hingga jembatan permanen dibangunkan.
Jembatan darurat itu dikerjakan sebelum jembatan permanen dibangun dalam waktu dekat ini. Warga dan pekerja serta TNI bergotong-royong menyelesaikan.
Proyek pembangunan jembatan di Dusun Riampinang sudah didaftarkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Tanahlaut oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanahlaut.
"Sedang proses lelang. Paling lama dua bulan sudah dilaksanakan pembangunan jembatan itu di Dusun Riampinang," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanahlaut, Wiyanto, Kamis (12/5/2016).
Sebelum pembangunan jembatan darurat dari bambu itu, Selamet Bastono, Ketua RT 23 di Dusun Riampinang, mengaku menggunakan dana alokasi aparatir RT untuk membeli solar.
Solar itu dibeli untuk bahan bakar alat berat ekskavator untuk mengeruk sungai membuat jalan darurat agar warga dapat melintas di Sungai Riampinang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanahlaut, HM Noor yang memantau kondisi jembatan, tak jadi menempatkan perahu karetnya karena warga takut perahu dicuri orang yang tak bertanggungjawab.
Sebab, jembatan itu posisinya sekitar 500 meter dari lokasi pemukiman penduduk Dusun Riampinang yang berjumlah 74 kepala keluarga dengan 260 jiwa.
Dusun Riampinang berada di perbatasan pegunungan Tahura Sultan Adam. Musim kemarau, akhir 2015 lalu, areal Tahura Sultam Adam, hutannya terbakar hebat.
Diduga akibat kebakaran hutan itu, air hujan yang deras awal pekan tadi membuat sungai Riampinang meluap dan menghanyutkan batang pohon kelapa yang dibuat warga di atas badan jembatan Riampinang, Selasa (10/5) dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jembatan-darurat-dari-berbahan-bambu_20160512_105423.jpg)