Mubazir, Dalam Seminggu Hanya Satu Kapal Mampir di Dermaga Paminggir

Dermaga Paminggir dibangun untuk memudahkan transportasi air dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Palangkaraya atau Kapuas.

Mubazir, Dalam Seminggu Hanya Satu Kapal Mampir di Dermaga Paminggir
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Suasana Dermaga Paminggir, HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dermaga di Kecamatan Paminggir, HSU yang ada sejak 2012, masih belum difungsikan secara maksimal oleh pihak terkait. Padahal ukurannya luas dan terdapat beberapa fasilitas penunjang. Namun berdasar pantauan, sejauh ini hanya beberapa kapal kecil yang tambat di sana.

Dermaga Paminggir dibangun untuk memudahkan transportasi air dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Palangkaraya atau Kapuas. Dermaga itu terdiri atas bangunan utama sebagai ruang pengelola administrasi, tempat tinggal untuk pengelola dan pos jaga.

Sayang kondisinya tak terawat. Ditambah air hujan yang menggenangi lantai dermaga.
Nur, satu warga sekitar mengatakan, hanya beberapa kapal kecil yang tambat di sana. "Kalau kapal besar setahu saya cuma satu. Datangnya tiap Senin malam," sebut dia.

Menurut Suhaimi penjaga dermaga, sekitar lima bulan terakhir tempat itu sudah dijaga oleh pegawai Dishubkominfo Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dia mengakui, dalam satu minggu hanya sekitar tujuh kapal yang tambat. “Itu pun tidak semuanya membayar retribusi sebesar Rp 10.000,” tutur dia.

Dan jumlah ini masih belum sebanding dengan besarnya dermaga.

"Kami masih berupaya menyosialisasikan pemberlakuan retribusi saat ada kapal yang tambat ke dermaga," kata dia. Suhaimi menambahkan, yang tambat biasanya kapal dagang untuk beristirahat atau kapal taksi yang menurunkan penumpang. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved