Marah Ditegur Berkata Kasar Kepada Ibu, Jumran Tega Gorok Leher Ayah Sendiri
Hanya karena ingin membeli rokok, lelaki warga HSS ini berkata-kata kasar kepada sang ibu dan kemudian menggorok leher sang ayah, Abidin (50).
Penulis: Hanani | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kualat atau katulahan. ‘Gelar’ itu pantas diberikan kepada Jumran (27). Hanya karena ingin membeli rokok, lelaki ini berkata-kata kasar kepada sang ibu dan kemudian menggorok leher sang ayah, Abidin (50), Selasa (17/5/2016).
Untungnya, aksi Jumran itu cepat diketahui dan dihentikan puluhan warga Desa Bamban, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Secepatnya mereka melarikan Abidin ke RS H Hasan Basry, Kandangan. Karena luka gorok itu sangat dalam, petugas medis rumah sakit langsung melakukan operasi. Dan nyawa Abidin pun berhasil diselamatkan.
Kini, pria bertubuh ringkih itu masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan, Jumran sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolres Hulu Sungai Selatan. Jumran dibekuk anggota Polsek Angkinang, di rumahnya, sekitar pukul 07.00 Wita.
Informasi dihimpun di lapangan, peristiwa tragis dialami Abidin itu bermula saat Jumran meminta uang kepada ibunya untuk membeli rokok, sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, Jumran meminta dengan nada tinggi dan kasar.
Abidin yang mendengar perkataan kasar itu langsung menegur Jumran. Dia minta kepada Jumran agar bersikap baik kalau meminta sesuatu pada ibunya. Sambil berkata demikian, Abidin memberikan rokok yang telah dia hisapnya kepada Jumran.
Perbuatan Abidin itu membuat Jumran tersinggung. Dia emosi, cekcok dengan ayahnya, dan menyerang ayah kandungnya itu. Pergumulan di dalam rumah pun terjadi. Ayahnya berupaya menghindar dengan berlari keluar rumah dan berhenti di teras rumah Suhaimi, yang berada di belakang rumahnya.
Kesempatan itu digunakan Jumran untuk mengambil parang di dapur. Kemudian dia mengejar dan menganiaya ayahnya dengan cara menggorok leher sebelah kiri. Darah mengucur deras di leher Abidin.
Menyaksikan hal itu istri Abidin berteriak histeris. Akibatnya puluuan warga setempat berdatangan. Warga pun berupaya menghentikan aksi Jumran. Melihat warga semakin banyak, Jumran pun akhirnya kabur.
Wargapun langsung menghubungi Polsek Angkinang dan melarikan korban ke RS H Hassan Basry.
Sedangkan Jumran, yang tinggal di rumah orangtuanya sejak bercerai dengan istrinya itu ditangkap anggota Polsek Angkinang, di rumahnya, satu jam kemudian.
Kepala Bagian Operasional Polres HSS, Kompol Mujiono mengatakan, motif penganiayaan berat tersebut karena emosi ditegur ayahnya.
“Secara psikologis, tersangka normal dan tidak dalam pengaruh alkohol. Jadi tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” kata Mujiono. (han)
Baca Lengkap di Harian Metro Banjar, edisi Rabu (18/5/2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/anak-gorok-ayah-di-hss_20160518_104457.jpg)