Breaking News:

Bagi Siswa SMPN 4 Paringin, Botol Plastik Bekas Jadi Barang Bermanfaat

SMPN 4 Paringin merupakan satu-satunya SMP di Bumi Sanggam yang melaju ke Adiwiyata provinsi, dan saat ini tengah disiapkan untuk menuju ke jenjang Ad

banjarmasinpost.co.id/elhami
Siswa SMPN 4 Paringin mengolah botol bekas untuk pot tanaman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,PARINGIN - Usai melaksanakan ujian secara UNBK dan berjalan sukses, SMPN 4 Paringin saat ini kembali disibukkan dengan persiapan menuju Adiwiyata Nasional.

SMPN 4 Paringin merupakan satu-satunya SMP di Bumi Sanggam yang melaju ke Adiwiyata provinsi, dan saat ini tengah disiapkan untuk menuju ke jenjang Adiwiyata Nasional.

Berbagai kesibukan dan persiapan pun mulai dilakukan oleh pihak sekolah, Kepala SMPN 4 Paringin Rafiul Amal mengatakan, saat ini persiapan terus dimantapkan menjelang kedatangan tim penilai Adiwiyata.

"Pada tanggal 10 Mei tim penilai sudah datang memverifikasi, dan mendapatkan nilai 72.5," ungkap Rafiul.

Lebih lanjut atas dasar nilai itu SMPN 4 Paringin berhak diajukan ke adiwiyata nasional, sementara itu untuk passing grade nasional 72.

"Kami belum tahu tim penilai datangnya kapan, saat ini persiapan terus dimantapkan," kata dia.

Di antara persiapan yang terpantau di sekolahan adalah membuat barang bekas menjadi bermanfaat, dalam hal ini barang bekas botol plastik.

"Ini siswa lagi membuat barang bekas nantinya akan dijadikan tempat pot bunga, digantung berjejeran didepan kelas dengan tanaman yang mudah tumbuh," jelas Rafiul.

Selain itu pihak sekolah juga merapikan lokasi item yang menjadikan penilaian adipura seperti kebun sekolah, biofori, bank sampah, kantin sekolah, serta penghijauan.

"Yang lebih konsen, siswa disini sudah setahun yang lalu menerapkan anti plastik dalam berbelanja, artinya setiap kali berbelanja mereka menggunakan piring dan gelas pribadi yang mereka bawa," ungkapnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah di sekolah, sehingga siswa usai berbelanja di kantin memakai piring dan gelas sendiri, habis itu dicuci kembali dan disimpan masing-masing meja di kelas.

Rafiul mengharapkan, prestasi Adiwiyata ini tak hanya sekedar dikejar semata, tetapi lebih kepada penamanaman karakter sisa untuk terus dan tetap mencintai lingkungannya.

"Kami optimis akan masuk ke nasional, namun lebih dari itu lebih penting adalah karakter siswa mencintai lingkungan," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved