Ngeri, Wajah Mulyadi Terbakar Saat Terjang Api demi Selamatkan Istri dan Cucu

Tanpa memedulikan keselamatan jiwanya, Mulyadi menerobos kobaran api untuk menyelamatkan istri dan cucunya yang masih berada di dalam rumah.

Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/nurcholis huda
Mulyadi memperlihatkan foto kenangan saat masih bersama sang istri yang meninggal dalam kebakaran di Jalan Djok Mentaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nenek dan cucu, Imai (50) dan Azhar (4), yang tewas terpanggang dalam kebakaran di Jalan H Djok Mentaya Gang Gawi Sabumi RT 09 RW 02 Kelurahan Mawar, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Kalsel, sudah dikuburkan berdampingan di alkah Karang Paci, di Km 21 Landasan Ulin.

Meski Imay sudah dikubur, puluhan orang masih tetap berdatangan mengunjungi suami Imai, Mulyadi (51), yang juga menjadi korban dalam kebakaran itu. Mulyadi sendiri lolos dari maut, namun dia tetap menderita luka bakar, terutama di bagian wajahnya.

Mulyadi saat ini mengungsi ke rumah keluarga yang berada di Jalan Kacang Piring 7 RT4 Keluarahan Mawar, Banjarmasin Tengah. Di rumah itulah warga menghaturkan ucapan duka sekaligus menengok Mulyadi.

Saat ditemui, Sabtu (28/5/2016), Mulyadi mengisahkan pengalaman yang dialaminya, khususnya sekitar 10 menit sebelum kebakaran.

“Sebelum kebakaran saya keluar rumah untuk membeli rokok. Tiba-tiba terdengar teriakan api. Saya lihat api sudah besar. Saya panik. Yang ada dipikiran saya saat itu hanya menyelamatkan istri dan cucu saya," ujarnya.

Tanpa memedulikan keselamatan jiwanya, Mulyadi menerobos kobaran api.

“Saat berada dalam rumah saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kondisi di rumah saya sudah gelap dan penuh asap. Saya sendiri tidak sadar kalau wajah saya sudah terbakar. Saya lolos dari maut, setelah ditolong warga," ujarnya.

Menurut Mulyadi, istrinya kecapaian dan tertidur di kamar di bawah. "Istri saya itu pekerja keras. Mungkin dia kecapaian setelah jualan kue. Sehingga dia tidak terbangun, saat api membakar rumah,” ujarnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Mulyadi menujukkan foto kenangan dirinya bersama sang istri.

"Harta benda saya juga sudah habis. Foto ini saya temukan di rumah keluarga. Foto ini kenangan saya di 1997,” ujar Mulyadi yang sehari-harinya sebagai tukang ojek ini.

Disinggung penyebab api, Mulyadi mengaku bingung. "Saya bingung, dari mana api muncul. Soalnya tidak ada menyalakan kompor. Untuk masalah ini biarlah kepolisian yang mengusutnya," ujarnya.

Mewakili keluarga, Mulyadi pun mengucap terima kasih kepada warga yang telah menolongnya. "Saya juga mewakili keluarga, tolong dimaafkan jika istri saya punya salah. Orang di kampung ini semua tahu dan kenal kalau almarhum ini baik," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Wahyono, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan sekarang dalam tahap penyelidikan. “Kami menurunkan Tim Labfor untuk memastikan musabab api. Kasus ini sudah ditangani oleh Tim Labfor," ujarnya. (lis)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved