BPost Edisi Cetak
Kelas Akselerasi Dibubarkan, Bukhari: “Itu adalah Kelas Terakhir"
Ada sekolah yang mengambil guru khusus mengajar kelas akselerasi. Akibatnya, ada biaya tambahan yang dikenakan bagi peserta kelas akselerasi
Penulis: Murhan | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SMPN 1 Banjarmasin merupakan satu dari dua sekolah tingkat menengah pertama di Kota Banjarmasin yang membuka kelas akselerasi. Penyelenggara kelas akselerasi lainnya adalah SMPN 6 Banjarmasin.
Bukhari, Kepala SMPN 1 Banjarmasin menjelaskan, kelas akselerasi dihentikan sejak tahun ajaran 2014/2015. Praktis, ungkap dia, tidak sedikit orangtua siswa yang ingin anaknya masuk kelas akselerasi tak bisa diakomodir. Padahal, mereka merasa putra- putrinya memiliki IQ di atas rata-rata.
Tahun 2016 masih ada sisa kelas akselerasi di sekolah tersebut. Ada dua kelas menampung 49 siswa. “Itu adalah kelas terakhir,” katanya.
Kata Bukhari, kelas akselerasi memerlukan perhatian ekstra. Selain waktu belajarnya berbeda, juga memerlukan guru khusus. Bahkan, kata Bukhari, ada sekolah yang mengambil guru khusus mengajar kelas akselerasi. Akibatnya, ada biaya tambahan yang dikenakan bagi peserta kelas akselerasi.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (30/5/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Baca juga Metro Banjar edisi, Senin (30/5/2016):

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/baca-bpost-edisi-senin-3052016_20160530_063057.jpg)