Banjarmasin Dikepung BTS, Warga Waswas Saat Angin Kencang

Saking banyaknya, tidak heran jika akhirnya BTS itu tidak hanya berdiri di tanah lapang. Melainkan berdiri di atas gedung-gedung bertingkat.

Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/apunk
Sejumlah BTS di Kota Banjarmasin berdiri di atas bangunan, sehingga membuat warga sering waswas saat angin kencang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keberadaan Base Transceiver Station (BTS) atau yang akrab disebut menara telekomunikasi nirkabel menjadi pemandangan yang mudah dilihat di Kota Banjarmasin, Kalsel.

Tak heran jika akhirnya BTS itu tidak hanya berdiri di tanah lapang. Melainkan berdiri di atas gedung-gedung bertingkat. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Sutoyo S Banjarmasin, tiga menara tampak menjulang ke langit. Apalagi menara tersebut berdiri di atas bangunan gedung bertingkat sehingga tampak mencakar langit.

Bahkan keberadaan menara itu membuat khawatir warga sekitar. Fitriadi, salah satunya. Dia mengaku takut melintas di kawasan itu saat angin kencang. Karena khawatir tower tersebut roboh diterjang angin.

"Kalau khawatir sih ada. Tapi saya rasa sudah ada perhitungannya. Ya kalau angin kencang takut juga melintas," jelasnya.

Senada dikatakan Taufik. Dia juga bingung mengapa sampai tiga tower berdiri di atas jejeran gedung yang letaknya berdampingan itu. Menurutnya itu sangat membahayakan. Artinya, jika satu tower roboh, tentu mengenai tower yang lain mengingat jaraknya sangat dekat.

Kabid Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Banjarmasin, Ikhwan Arief mengatakan, di kota ini ada 182 BTS yang sudah berdiri. Dari jumlah itu, 30 persen berdiri di atas gedung. Sedangkan dalam proses perizinan pembuatan BTS, jumlahnya mencapai 60 unit.

Jumlah ini memang terbilang banyak. Wajar jika berdiri di atas gedung tinggi, bakal terlihat BTS-BTS yang menyembul di sela atau atas gedung.

Memang, untuk mengurangi jumlah BTS di Banjarmasin, pernah dibuat perwali agar satu BTS untuk tiga operator. Namun hal itu tak bisa dilakukan karena tidak mungkin tiga operator yang saling bersaing berbagi data. "Jadi sekarang tetap, satu menara satu operator," katanya.

Lantas bagaimana dengan tower di atas gedung. Menurut Ikhwan, hal itu bukan masalah jika sudah memenuhi persyaratan termasuk kajian konstruksi.

Dalam proses pembangunan menara BTS sendiri, pihaknya hanya memberikan rekomendasi. Selanjutnya diproses di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM).

Disana akan dibuatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan HO (lingkungan). "Kami hanya memberikan rekomendasi. Selanjutnya ke BP2TPM," ujarnya.(ire)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved