Breaking News

Usai Baca Puisi di Banjarbaru, Paman Birin Soroti Pengeras Suara

Sebelum meninggalkan panggung malam itu, Sahbirin sempat menyoroti kurang optimalnya fasilitas panitia, terutama pengeras suara.

Tayang:
Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Gubernur Paman Birin membaca puisi di Acara Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra di Banjarbaru, Sabtu (18/6/2016) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah seniman dan sastrawan meramaikan suasana Minggu Raya Banjarbaru Kalsel, Sabtu (18/6/2016) malam.

Mereka yang berasal dari berbagai daerah berkumpul dalam rangka kegiatan Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS).

Para anggota Sanggar Air misalnya, mereka datang dari Amuntai, Hulu Sungai Utara. Kehadiran mreka di malam itu bukanlah kali pertama. Sanggar Air nyaris tak pernah absen pada TPSS saban tahunnya. Dan, kemarin malam mereka menyuguhkan tadarus puisi lewat musikalisasi.

Menurut Ketua Sanggar Air, Hendra, penampilan mereka kali ini berbeda dibanding tadarus puisi sebelumnya. Pasalnya, mereka datang dan tampil membawa hasil karya sastra anggotanya sendiri, yakni berjudul Tadarus Sajadah yang ditulis Noor Latifah.

"Alhamdulillah penampilan pun berjalan lancar. Sebanyak 35 personel yang kami boyong dari Amuntai, tampil cukup berkesan. Mereka tampil prima di acara yang disaksikan Gubernur Kalsel, " terangnya.

Ya, suasana TPSS 2016 memang terlihat berbeda seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, dalam kegiatan tahunan sastrawan tersebut hadir pula orang nomor satu di Kalsel, H Sahbirin Noor.

Kendati kehadiran gubernur tak begitu lama atau hanya berkisar 30 menit, namun setidaknya hal itu dapat mengobati kerinduan warga Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, H Sahbirin Noor mengatakan kegiatan Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra tersebut merupakan momentum yang sangat istimewa. Apalagi, hingga saat ini TPSS masih dilaksanakan memasuki tahun ke-13 setiap Ramadan.

"Dunia sastra adalah dunia kebudayaan. Sedangkan kebudayaan hasil cipta, karya yang tak hanya dapat dilihat kita sekarang, melainkan akan datang. Maka setidaknya lewat hal ini menjadikan kita bangsa yang besar, " terangnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Provinsi Kalsel tersebut juga menyempatkan membaca satu buah puisi di buku anthologi puisi. Buku yang juga memuat dua puisi tulisannya.

Sebelum meninggalkan panggung malam itu, Sahbirin sempat menyoroti kurang optimalnya fasilitas panitia, terutama pengeras suara. Selain itu, ia juga menyumbangkan dana untuk pembelian mikropon sebesar Rp 20 juta kepada Dewan Kesenian Banjarbaru.

"Harapan saya, semoga pengeras suara di tadarus puisi berikutnya dapat lebih baik. Mestinya mikropon tidak lagi menggunakan yang berdiri melainkan menempel di baju. Sehingga sastrawan pun akan leluasa bergerak dan mengekspresikan dirinya, " terang Paman Birin.

Sementara Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menganggap kehadiran Gubernur Kalsel di acara tersebut sebagai motivator seniman, budayawan dan sastrawan Banjarbaru.
Mengenai adanya masalah tekhnis terutama pengeras suara, Nadjmi menganggapnya hal biasa. "

Ya benar tadi ada sedikit masalah pada pengeras suara. Tapi ke depan akan kami perbaiki dan persiapkan lebih matang dan lebih bagus lagi, " katanya. (gha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved