Wow! 40,9 Juta Orang Indonesia Terancam Longsor dan Banjir

Di Indonesia, ada 274 kabupaten/kota yang berada di daerah yang berpotensi terdampak bencana longsor.

Editor: Didik Triomarsidi
kompas.com
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakata Timur, Rabu (10/2/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hingga September 2016 mendatang, sebagian besar wilayah di Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), fenomena tersebut diakibatkan oleh La Nina.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa La Nina juga yang menyebabkan bencana banjir dan longsor melanda Jawa Tengah kemarin yang menewaskan 43 orang.

"Fenomena ini diprediksi berlangsung sampai September, dikhawatirkan bencana banjir dan longsor masih terjadi," kata Sutopo dalam konferensi persnya, di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (20/6/2016).

Di Indonesia, ada 274 kabupaten/kota yang berada di daerah yang berpotensi terdampak bencana longsor. Total penduduk yang berpitensi menjadi korban adalah 40,9 juta orang, atau sekitar 17,2 persen.

Dari 40,9 juta warga yang berpotensi menjadi korban, 4,28 juta di antaranya adalah balita, 323.000 penyandang diasbilitas dan 3,2 juta lansia.

"Umumnya mereka tinggal di daerah yang infrastrukturnya terbatas, sehingga bila terjadi bencana, evakuasi akan sulit," ucap Sutopo.

BNPB mencatat ada jutaan orang yang tinggal di rumah, yang lokasinya tidak jauh dari perbukitan terjal, yang rawan terjadi bencana.

Menurut Sutopo, pemerintah sudah memperingatkan warga, namun mereka bersikeras tinggal di tempat tersebut.

"Trennya pun meningkat, makin banyak penduduk yang tinggal di lereng lereng," ujarnya.

Faktor pendukung peningkatan trend tersebut adalah kemiskinan, serta urbanisasi, yang memaksa warga tinggal di daerah lereng. Selain itu, komitmen penanggulangan bencana dari pemerintah setempat yang rendah, juga mendorong kecenderungan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved